Perbedaan Adu Kerbau di Toraja dan Vietnam

   Selama ini, kita cuma tahu adu kerbau hanya dapat di jumpai di Kabupaten Toraja, Indonesia. Namun faktanya tidak, karena adu kerbau juga di kenal di beberapa daerah, misalnya Minangkabau. Bahkan nama Minangkabau sendiri katanya berasal dari kata Minang, yaitu menang dan kabau, yaitu kerbau kemudian di satukan menjadi Minangkabau, yang artinya kerbau yang menang dari sebuah pertandingan adu kerbau. Selain di Minangkabau, di luar negeri pun adu kerbau juga di kenal, seperti di Vietnam. Bahkan di sana, adu kerbau di jadikan sebuah festival yang di adakan setahun sekali pada hari ke -9 bulan ke-8 penanggalan Vietnam atau sekitar tanggal 21 September penanggalan Masehi.

      Di artikel ini, saya akan membandingkan antara adu kerbau yang di adakan di Vietnam dan yang di adakan di Toraja. Lets check it out.

Mengapa di adakan (alasan di adakan) ?

   Di Vietnam, adu kerbau sudah menjadi budaya yang berkaitan dengan kepercayaan mereka sejak abad ke 18 dan di adakan untuk memohon kesejahteraan, kebahagiaan, dan keberkahan atas seluruh warga kepada Dewa. Sedangkan di Toraja, adu kerbau merupakan salah satu rangkaian adat dari upacara kematian Rambu Solo'.

Kapan di adakan ( Waktunya) ?

   Karena adu kerbau di Vietnam adalah festival tahunan, maka di adakan setiap setahun sekali, yaitu pada hari ke-9 bulan ke-8 penanggalan Vietnam atau sekitar tanggal 21 September penanggalan Masehi. Berbeda dengan adu kerbau di Toraja yang di adakan setiap ada upacara kematian Rambu Solo'. Di mana upacara kematian rambu solo' tidak punya jadwal tertentu alias di adakan kapan saja keluarga orang yang di upacarakan itu sudah punya waktu, dan itu biasanya pas libur panjang nasional misalnya libur natal( bulan Desember) dan libur Lebaran.

Di mana di adakan ( arenanya) ?

      Di Toraja, arenanya bisa di mana saja, yang penting luas dan datar. Becek dikit tak jadi masalah, bahkan bisa jadi nilai tambah.  Penontonnya, silahkan cari tempat sendiri. Di Vietnam, mereka sudah mempunyai arena khusus yang mirip stadion dan punya tribun penonton, jadi penonton harus bayar agar kebagian kursi. Sekedar info, di Vietnam katanya penonton adu kerbau biasanya lebih banyak dari pada penonton sepak bola wow.

Penamaan kerbau petarung


Syahrini, The Buffalo vs 03 2010

        Penamaan kerbau petarung di Vietnam, sedikit membosankan, karena mereka hanya bisa menamai kerbau mereka sesuai dengan urutan angka yang di berikan panitia. Angka tersebut biasanya di tulis menggunakan cat putih pada tubuh kerbau. Berbeda dengan kerbau petarung di Toraja, orang bebas memberi mereka nama. Saking bebasnya nama Jokowi dan Syahrini pun di pakai  sebagai nama kerbau petarung. Semoga saja mereka tidak tersinggung.

Setelah di adu, apa yang terjadi pada kerbau petarung??


Menang atau Kalah, tetap jadi santapan
        Jika di Toraja kerbau petarung yang menang harganya akan naik setinggi-tingginya dan tidak akan di sembelih, maka hal ini sangat berbeda dengan kerbau petarung di Vietnam.Kalah atau pun menang, kerbau-kerbau di sana akan di sembelih untuk di jual dagingnya ke pada para penonton. Tradisi mereka mempercayai, bahwa daging kerbau petarung tersebut telah di berkati oleh para Dewa, sehingga bisa mendatangkan keberuntungan dalam hidup.



        Demikian sedikit perbedaan antara adu kerbau yang ada di Toraja dan yang ada di Vietnam.
Adu kerbau adalah warisan budaya kita, jadi semestinya di jaga dan di lestarikan dengan cara yang POSITIF. Dan jika kalian merasa ada yang belum sempat di tulis di atas, tulislah di bagian komentar di bawah. Terima kasih.

Cek Artikel Yang Lain

Artis Indonesia yang Berdarah Toraja

Mitos Toraja Tentang Hujan dan Penjelasannya secara Ilmiah

Tokoh-tokoh Terkenal Indonesia Asal Toraja




Kata-Kata Makian Dalam Bahasa Toraja ( Torajan Swear Words)

( Pertama-tama, saya minta maaf atas postingan kali ini. Postingan ini sama sekali tidak berusaha untuk mendorong seseorang untuk mempelajari dan kemudian menggunakan kata-kata makian yang termuat di sini. Postingan ini hanya semata-mata ingin memberikan informasi kepada Anda semua)


   Swear words atau kata-kata makian merupakan ungkapan kekesalan, kemarahan, kebencian terhadap sesuatu atau seseorang. Walaupun swear words itu dianggap kasar, tidak sopan dan seharusnya dihindari, namun faktanya semua bahasa yang ada di dunia, mempunyainya dalam perbendaharaan kata, termasuk bahasa Toraja.
    
    Dalam bahasa Toraja, swear words atau makian mempunyai beberapa terjamahan, antara lain pa'kadoro-an dan pa'pasembang-an atau pa'gatai-an. Di mana pa'kadoro merupakan kata makian yang berhubungan dengan hal-hal yang berbau seks, misalnya alat kelamin, persetubuhan, dan lain-lain. Sedangkan Pa' pasembang atau pa'gataia-an bisa di terjamakan sebagai sumpah serapah dalam bahasa Indonesia, yang di ucapkan karena kemarahan yang meluap-luap terhadap seseorang. Kedua jenis makian itu, mempunyai level atau tingkatan masing-masing. Semakin tinggi tingkat kemarahan atau emosi seseorang, maka level makian yang ia ucapkan akan semakin tinggi pula, yang artinya makiannya semakin keras, kasar, dan sangat tidak sopan. Berikut adalah beberapa makian yang sering di gunakan oleh orang Toraja

Tai Laso

    Selain di Toraja, kata makian ini juga di gunakan di daerah- daerah lain di Sulawesi Selatan, termasuk Makassar. Kata ini termasuk dalam kategori pa'kadoroan yang di gunakan kepada laki-laki. Tai laso sendiri, secara harafia dalam bahasa Indonesia artinya kotoran penis (alat kelamin laki-laki).

Telek Tau

      Telek dalam bahasa Indonesia artinya Vagina (alat kelamin wanita) dan tau artinya orang. Telek tau di terjamah kan "orang yang hina" atau " orang yang kurang ajar" dalam bahasa Indonesia. Walaupun telek artinya vagina(alat kelamin wanita), namun telek tau bukan hanya di tujuhkan untuk memaki wanita saja, tetapi juga kepada pria. "Telek tau" masuk dalam level umpatan yang tinggi.

Tatta' Tau

    Mirip dengan Telek Tau, Tatta' tau juga bisa di terjamahkan "orang yang hina" atau " orang yang kurang ajar". Tatta' dalam bahasa Toraja sebenarnya tidak punya kata yang sepadan dalam bahasa Indonesia. Tatta' tau di gunaka untuk memaki pria maupun wanita. Kadang, kata tatta' juga bisa di kombinasikan dengan kata lain untuk membentuk kata makian baru, misalnya "Tatta' asu" ( anjing kurang ajar), "tatta' tobaga" ( orang bodoh kurang ajar), tatta' tobebe" ( orang gila kurang ajar ), dan lain-lain.

Tannia Tau

     Tannia Tau jika di terjamahkan ke dalam bahasa Indonesia, maka artinya " bukan manusia". Makian ini masuk dalam kategori makian level rendah,  artinya makian ini tidak terlalu kasar, walaupun tetap tidak sopan. Makian ini, di tujuhkan baik kepada wanita, maupun pria.

Kendu Injo'na/Indo'na
   
     Makian yang satu ini, mirip dengan swear words "motherfucker" dalam bahasa Inggris. Karena kata makian ini sangat keras, maka kadang agar sedikit halus, di ganti menjadi "keju donat". Kendu indo'na, masuk dalam level makian yang sangat tinggi. Jadi jangan menyebut kata ini dengan sembarang.

Kenna Sembang ko kila'
   
      Ini masuk dalam kategori " ma' pasembang" atau "ma'gatai" yang dalam bahasa Indonesia artinya "semoga kau tersambar petir". Biasanya di ucapkan untuk memaki seseorang yang telah menipu kita. Kenna sembang ko kila', masuk dalam kategori umpatan level tinggi.

Kenna Pula' ko Bo'bo'

      Kata umpatan ini, juga masuk dalam kategori ma' pasembang atau ma' gatai. Dalam bahasa Indonesia Kenna pula' ko Bo'bo artinya semoga kau tersedak nasi'.  Sama dengan umpatan kenna sembang ko kila', umpatan ini masuk dalam kategori umpatan level tinggi dan di gunakan saat emosi yang sangat meluap-luap di luar batas.


     Demikian beberapa kata-kata makian yang ada dalam bahasa Toraja. Kata makian merupakan kata yang kasar dan tidak sopan, oleh karena itu kata-kata tersebut sebisa mungkin untuk di hindari. Terutama untuk anak kecil, kata-kata makian sebaiknya tidak di gunakan sama sekali. Terima kasih.

Cek Artikel Yang Lain :

Artis Indonesia Berdarah Toraja

Mitos Toraja Tentang Hujan dan Penjelasannya Secara Ilmiah

Rekor Termahal Tedong Bonga Akhirnya Terkalahkan Oleh Kerbau Bernama Horizon Dari Afrika Selatan

   
  
Bagi masyarakat Toraja, kerbau merupakan binatang yang paling istimewa. Binatang berkaki empat pemakan rumput tersebut, biasanya diternakkan oleh sebagian besar orang Toraja, dengan cara tradisional. Istimewanya kerbau bagi masyarakat Toraja, bukan hanya karena dagingnya yang bisa dimakan, tetapi karena kerbau merupakan binatang utama dan keharusan dalam mengadakan upacara kematian ( Rambu solo') . Karena peran kerbau dalam upacara Rambu Solo tersebut, maka tidak heran, dalam masyarakat Toraja kerbau menjadi lambang gengsi, kekayaan, dan strata sosial. Semakin banyak kerbau yang dikorbankan dalam upacara kematian seseorang, maka status sosial orang tersebut dan keluarganya akan menjadi naik.

     Di Toraja, terdapat berbagai jenis kerbau, biasanya jenis kerbau dilihat dari warna dan tanduk kerbau tersebut. Dan dari berbagai jenis kerbau itu, yang paling mahal adalah kerbau belang atau dalam bahasa Toraja disebut tedong bonga atau tedong saleko.Kerbau belang atau tedong saleko dikenal sebagai kerbau langkah dan hanya di temukan di Toraja.Tedong saleko, mempunyai ciri fisik yaitu tanduk berwarna kuning, lingkaran putih pada bola mata, dan warna kulit hitam dan putih dengan kombinasi tertentu. Harga tedong bonga atau tedong saleko berkisar antara Rp. 100 juta sampai ada yang mencapai Rp. 1 Milyar.   Karena harga yang mahal tersebut, maka Toraja sering disebut sebut sebagai daerah asal kerbau termahal didunia.

      Namun, baru-baru ini, di media sosial beredar sebuah berita adanya kerbau asal Afrika Selatan yang harganya mencapai 8,5 Poundsterling atau jika di Rupiahkan, maka harganya mencapai Rp .153 Milyar . Kerbau bernama Horizon tersebut memiliki tanduk panjang yang indah. Panjang tanduknya mencapai 1,5 meter.  Orang menduga bahwa tanduk panjang tersebutlah yang membuat Horizon  dihargai sangat tinggi. Namun, menurut keterangan pemiliknya, Horizon mempunyai harga selangit karena gen yang kerbau itu miliki. Kerbau tersebut dianggap mempunyai gen pejantan yang tangguh di banding kerbau-kerbau lainnya. Kerbau di Afrika Selatan biasanya di jadikan hewan buruan dan semakin bagus seekor kerbau buruan maka harganya akan semakin mahal pula.
      
       Dengan harga yang mencapai Rp. 153 Milyar kerbau Horizon asal Afrika Selatan tersebut menjadi kerbau termahal di dunia. Dan menggeser kedudukan tedong saleko yang selama ini di kenal menempati posisi itu. Walaupun demikian, dalam skala Indonesia, kerbau belang atau tedong saleko asal Toraja tetap menjadi kerbau dengan harga yang tertinggi.

Cek disini : Mitos-mitos Toraja tentang Hujan, dan Penjelasannya Secara Ilmiah


                   Tokoh-tokoh Indonesia Yang Berdarah Toraja

                   Artis-artis Indonesia yang Berdarah Toraja

Bahasa Esperanto, Bahasa Paling Mudah Didunia, Gampang Bangat Mempelajarinya.

L.L Zamenof

        Bahasa Esperanto, merupakan bahasa buatan (Constructed Language) yang di ciptakan oleh

seorang Yahudi asal Polandia,yaitu Ludwig Lazarus Zamenof pada tahun 1887. Beliau yang hidup di lingkungan orang poliglot(orang-orang yang bicara dalam banyak bahasa) mendapat banyak kendala dalam berkomunikasi dengan orang lain, karena perbedaan bahasa. Ia berpikir bahwa butuh sebuah bahasa pemersatu yang mudah di pelajari untuk mengakhiri permasalahan tersebut.  Beliau menolak bahasa bahasa besar yang saat itu sudah berkembang, misalnya bahasa Inggris, Perancis, Rusia,  dan Jerman, dengan alasan sangat susah untuk dipelajari.

    Saya telah mempelajari bahasa Esperanto selama kurang lebih enam bulan secara otodidak, melalui internet. Salah satu situs yang paling sering saya gunakan adalah Duolingo.com dimana dalam situs tersebut tersedia banyak bahasa yang bisa dipelajari dengan gratis. Aplikasi tersebut saat ini juga bisa didownload melalui Play Store Android. Belajar bahasa di aplikasi duolingo sangat menyenangkan karena pelajarannya bersifat game.

   Selama enam bulan belajar bahasa Esperanto, saya merasakan jelas betapa mudah mempelajari bahasa tersebut dibanding bahasa Inggris . Walaupun saya mempelajarinya tidak beraturan( kadang belajar kadang tidak) kemampuan bahasa Espranto saya sekarang sudah sama dengan kemampuan bahasa Inggris saya. Yang jika di bandingkan, saya belajar bahasa Inggris mulai dari Sekolah Dasar(SD) samapai SMA  kurang lebih selama 9 tahun, sedangkan saya belajar bahasa Esperanto hanya secara otodidak selama 6 bulan.

     Beberapa faktor yang membuat bahasa Esperanto menjadi bahasa yang paling mudah, antara lain:


1) Sama seperti bahasa Indonesia, bahasa Esperanto merupakan bahasa Phonetik. Dimana pelafalannya sama dengan huruf yang tertulis.

2) Tata bahasa yang sangat beraturan (reguler), tidak seperti bahasa Inggris yang ada Irreguler( tidak beraturan) dalam tata bahasanya, bahasa Esperanto tidak mengenal Irreguler. Misalnya semua kata benda berakhiran “O” , semua kata sifat atau adjektiv berakhiran huruf ”A” dan semua kata kerja berakhiran dengan huruf “I”.




3) Sistem pembentukan kata dari kata lain yang sangat mudah di pelajari, sehingga kita hanya perluh mengetahui sekitar 500 kosa kata dan kemudian mengembangkan kosa kata tersebut menjadi kosa kata kosa kata teknis. Misalnya, awalan “Mal-“ dalam membentuk antonim atau lawan kata dari sebuah kata sifat contohnya – alta (tinggi) menjadi malalta (pendek) – seka (kering) menjadi malseka (basah) – varma (panas ) menjadi malvarma (dingin) –pura (sehat) menjadi malpura (sakit) – granda (besar) menjadi malgranda (kecil). Atau dalam membentuk kata feminim dari sebuah kata benda, hanya dengan menambahkan sisipan -in-. Misalnya viro(laki laki) menjadi vir-in-o (wanita), knabo(anak laki laki) menjadi knabino (gadis), hundO ( anjing menjadi hundino (anjing wanita), dan sebagainya.


    Dengan kemudahan-kemudahan yang di miliki bahasa Esperanto, bukan tidak mungkin bahasa Esperanto akan menjadi bahasa Internasional yang dapat menyatukan dunia di masa depan di samping Bahasa Inggris.



Sumber gambar :http://www.wikipedia.org/





Mitos Toraja Tentang Hujan dan Penjelasan Ilmiahnya

   Bukan hanya di Toraja, hujan menimbulkan banyaknya mitos-mitos yang berkembang hampir di seluruh dunia. Mitos-mitos tersebut dihubungkan dengan hal-hal gaib yang tidak bisa dicerna oleh akal sehat. Zaman sekarang pun mitos-mitos tersebut tetap dipercaya, walaupun sudah ada sebagian yang meninggalkan kepercayaan tersebut. Apa saja mitos-mitos Toraja tentang hujan, berikut ulasannya:

Pawang Hujan (To ma'pamanta')



    Saat akan melaksanakan sebuah hajatan(  Upacara rambu solo, upacara rambu tuka etc) jasa para pawang hujan biasanya di gunakan terutama di musim penghujan. Pawang hujan biasanya merupakan orang pintar(dukun) yang punya kemampuan untuk memindahkan hujan ke tempat lain atau bahkan menahannya, agar tidak mengganggu jalannya hajatan. Biasanya orang pintar yang dianggap sakti itu melakukan ritual-ritual yang tidak bisa dijelaskan secara akal sehat. Ritual-ritual tersebut misalnya membakar garam, dan lain lain.

    Walaupun memindahkan hujan atau menahan turunnya hujan oleh seorang pawang merupakan hal yang mustahil, namun dengan adanya teknologi sistem rekayasa hujan, maka hujan memang bisa di pindahkan atau di tahan. Bisa jadi, teknologi tersebut terinspirasi oleh pawang hujan.
Tujuan rekayasa hujan, sama dengan pawang hujan, yaitu memindahkan atau menahan turunnya hujan. Dalam pengendalian banjir di Jakarta misalnya, untuk mengurangi debit air maka hujan harus di tahan agar tidak turun atau di pindahkan ke tempat lain. Begitu pun dengan perhelatan akbar didunia, misalnya world cup, olompiade, dan perhelatan lain yang digelar out door( di luar ruangan)

Hujan Pasti Turun Saat ada Acara Ma' Palin (Memindahkan mayat Leluhur)

       Acara ma'palin adalah memindahkan mayat leluhur yang masih di kubur di dalam tanah ke kuburan yang berbentuk bangunan ( seperti gambar berikut). Dalam kepercayaan orang Toraja, pada saat memindahkan leluhur tersebut, maka pasti akan terjadi hujan, bahkan dalam musim kemarau yang panjang sekalipun. Ini pertanda leluhur yang di pindahkan makamnya itu menangisi keturunannya yang masih hidup. Dan memang terbukti, selama ini setiap adanya acara ma'palin maka hujan turun bahkan dalam musim kemarau yang panjang. Ini membuat kita semakin percaya akan mitos tersebut.
Kuburan

         Tetapi, jika dilihat dari sudut pandang ilmiah maka hal itu terjadi hanya karena kebetulan semata. Seperti diketahui bahwa acara Ma'palin di Toraja hanya boleh dilaksanakan pada saat selesai panen padi, dan itu artinya terjadi sekitar bulan Juni, Juli dan Agustus. Dan pada bulan-bulan itu, memang terjadi musim kemarau. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau, bukan berarti tidak turun hujan sama sekali, potensi hujan itu terjadi karena cuaca, bukan musim. Parameter cuaca yang mendukung terjadinya hujan, antara lain suhu, tekanan, dan kelembapan udara Jadi, jika semua parameter pembentuk hujan itu terpenuhi, maka tidak mustahil terjadi hujan di musim kemarau.
       

Pelangi( Tindak Sarira) Adalah Tangga Para Dewata

    
     Pelangi merupakan salah satu fenomena alam yang unik. Karena keterbatasan pengetahuan orang pada zaman dulu, maka berkembanglah banyak mitos tentang pelangi. Kemunculan pelangi diyakini karena adanya Dewata yang turun kebumi untuk minum. Tak heran karena kedua ujung pelangi selamanya berada di sumur( turunan) . Pelangi tidak jarang membuat orang takut, karena juga diyakini bisa mengisap darah manusia. Selain itu menunjuk pelangi bisa membuat jari kita bengkok. Itu semua sebenarnya tidak benar karena pelangi hanya merupakan hal yang biasa yang terjadi karena adanya pembiasan cahaya matahari oleh tetesan air yang ada di atmosfer. Itulah sebabnya pelangi hanya muncul pada saat adanya hujan disertai cahaya matahari.


 Itulah beberapa mitos tentang hujan yang berkembang di Toraja. Bagaimanapun, mitos merupakan salah satu kekayaan budaya kita. Namun harus dicermati dengan baik. Ambil yang positif tinggalkan yang negatif sekiranya ada.


N.B : Karena saya berasal dari Sa'dan, maka Mitos yang berkembang atau penamaan dalam bahasa Toraja yang saya gunakan kemungkinan berbeda dengan daerah lain di Toraja. Harap Maklum

Cek Artikel Saya Yang Lain

Tokoh Tokoh Terkenal Indonesia Asal Toraja

    Meskipun secara kuantitas, suku Toraja masih jauh lebih sedikit dibanding dengan beberapa suku besar di Indonesia seperti Batak, Bugis, Jawa, Sunda, dan suku suku lain, namun secara kualitas Suku Toraja tidak bisa di pandang sebelah mata. Di Indonesia beberapa tokoh asal Toraja berkiprah di berbagai bidang mulai dari politik, ekonomi, hukum, IPTEK, entertaiment, dan sebagainya. siapa saja mereka? Berikut ulasannya


Jonathan Limbong Para'pak


    Lahir di Desa La'bo, Toraja Utara 12 Juli 1942, beliau saat ini menjabat sebagai rektor Universitas Pelita Harapan (UPH) yang merupakan salah satu universitas ternama di Tangerang, Indonesia. Beliau menyelesaikan gelar sarjana dan masternya di Universitas Tasmania, Australia.
Selain menjabat sebagai rektor UPH, sebelumnya beliau dipercayakan menempati beberapa jabatan penting dalam pemerintahan seperti:
CEO PT.Indosat Jakarta, Sekjen Departemen Priwisata, Pos Telekomunikasi, dan lain-lain.
Dan atas pengabdiannya dibidang Teknologi dan Telekomunikasi di Indonesia, beliau mendapat gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Tasmania, Australia dan Ouachita Baptist University. Beliau menikah dengan seorang keturunan Australia, yaitu Anne Atkinson, yang merupakan teman sepelayanan beliau saat kuliah di Australia. 

Alfred Tanduk Palembangan

   Pria asal Sa'dan ini merupakan seorang diplomat Indoneisa. Beliau di terima sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kementrian Luar Negeri pada Tahun 1981. Sejak saat itu, karier beliau di bidang diplomat pun semakin naik. Alumni Universitas Hasanuddin ini,  dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Duta Besar LBBP Republik Indonesia, untuk Republik Kuba merangkap Bahamas, Haiti, dan Jamaika dan berkedudukan di Havana. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Dubes RI untuk Venesuela.


Tino Sarung Allo


     Pria kelahiran Jakarta 10 Juli 1958 merupakan seorang aktor,produser film, dan penulis buku. Ayahnya Renda Sarungallo adalah asli Toraja. Tino memulai karier di dunia Entertaiment sebagai kru film,dan telah membintangi berbagai film, diantaranya Quicke Express, MBA, Pesan dari Surga, dan lai lain. Ia juga telah banyak mendapat berbagai penghargaan di duniia perfilman, baik dalam maupun di luar negeri. Selain di dunia perfilman, beliau juga aktif menulis buku. Salah satu karyanya berjudul " Ayah Anak Beda Warnah" , berisi "pemberontakannya" terhadap budaya sang ayah( budaya Toraja) yang dianggap sudah tidak sesuai dengan zaman.


Oline Mendeng


   Berperan sebagai Susi di Sitkom Office Boy (OB) , membuat namanya mulai di kenal di Indonesia. Wanita kelahiran Jakarta 18 Juli 1986 ini, sekarang menjadi presenter, komdian, bintang FTV , dll. Ia sempat di kabarkan berpacaran dengan Nino Fernandes seorang aktor terkenal di Indonesia, namun putus. Ia kemudia menika dengan seorang pengusaha Batak Octav Panggabean.


Kamasean Matthews


Runner Up Indonesian Idol season 7 ini lahir di Jakarta 30 Juni 1995. Memeroleh darah Toraja dari ayahnya sedangkan ibunya adalah orang Batak. Ia menjadi kontestan termuda yang pernah ada sekaligus menjadi runner up termuda. Saat ini dia menjadi bintang iklan sebuah media sosial, yaitu we chat.


Ari Lasso
    Jarang yang mengetahui kalau mantan vokalis Dewa 19 ini memiliki darah Toraja dari ayahnya. Ia lahir di Madiun 17 Januari 1973. Saat ini beliau menjadi salah satu Juri pencarian bakat asal Belanda The Voice Indonesia. Seperti orang Toraja kebanyakan, beliau beragama Kristen.

Yulius Paonganan

       Dia sedang viral saat ini akibat diduga membuat postingan yang menghina Presiden Jokowi di sosial media. Pria bergelar Doktor dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ini lahir di Batusitanduk, Luwu 10 Juli 1970.

        Belum ada informasi jelas apakah beliau ini adalah orang Toraja atau bukan, namun dari namanya, maka bisa di pastikan beliau adalah Otor.

Baca Artikel saya yang lain :

Ini Alasan-alasan Mengapa Kalian Harus Berhenti Makan Pa'tong

5 Alasan Utama Orang Toraja Mantunu Tedong

Makanan Ini Hanya Bisa Ditemukan di Toraja Loh!

Mahluk Jadi-jadian Yang Ada di Toraja


Kata-kata Makian Dalam Bahasa Toraja

Pembunuhan-pembunuhan sadis yang pernah terjadi di Toraja

Perbedaan adu Kerbau Toraja dan Vietnam

Kata-kata Bahasa Toraja Yang Tidak Bisa di Bahasa Indonesiakan













5 Alasan Utama Orang Toraja Mantunu Tedong



   
 
    Seperti yang saya bahas di posting saya sebelumnya yaitu “Adat Toraja dan Penyembahan berhala”, di mana dalam artikel tersebut dibahas tentang budaya Toraja yang cenderung, bahkan boleh dikatakan berhala jika ditinjau dari segi Kekristenan. Lalu mengapa tradisi tersebut masih dilakukan sampai saat ini, padahal kita semua tahu bahwa sebagian besar suku Toraja beragama Kristen?
     Ada beberapa faktor mengapa suku Toraja masih melakukan tradisi Rambu Solo atau tradisi lain di Toraja yang bertentangan dengan kekristenan, antara lain:

Alasan Melestarikan Kebudayaan Peninggalan nenek Moyang      
    
    Alasan satu ini, memang benar, karena melestarikan budaya merupakan tanggung jawab setiap generasi. Dan salah satu ciri bangsa yang besar adalah mampu melestarikan dan menghargai warisan budaya nenek moyang mereka. Namun, ada baiknya jika warisan budaya nenek moyang tersebut, disesuaikan dengan konteks zaman sekarang. Misalnya pada zaman dahulu, orang Toraja mantunu tedong karena adanya keyakinan bahwa tedong akan menjadi kendaraan menuju Puya atau surga. Jika pada zaman sekarang, masih ada orang Toraja yang melakukan pantunuan tedong karena keyakinan tersebut maka hal itulah yang di sebut dengan "berhala" jika dan hanya jika orang tersebut telah memeluk agama Kristen.

Gengsi 

      Ini merupakan salah satu alasan mengapa orang Toraja masih melakukan adat " pantunu tedong". Seperti diketahui bahwa tedong atau kerbau di Toraja adalah simbol strata sosial sebuah keluarga. Semakin banyak kerbau yang di "tunu" atau di korbankan dalam acara Rambu Solo', maka strata sosial orang tersebut akan semakin naik, atau pamor orang tersebut dalam masyarakat akan semakin tinggi. Hal ini, kadang membuat beberapa orang melakukan hal nekat supaya tetap bisa mantunu tedong, misalnya dengan meminjam sejumlah uang dari bank, menggadaikan harta (misalnya tanah berupa sawah atau kebun), dan lain lain. Atau yang lebih parah melakukan hal-hal negatif yang melanggar hukum, misalnya saja korupsi. Semoga tidak ada ya yang begitu. "Korupsi untuk mantunu tedong"

Untuk Mendapat Warisan 
      
       Sebagian orang Toraja meninggal sebelum membagi warisan kepada keturunannya, sehingga keturunan merekalah yang bisanya membagi sendiri.  Cara pembagiannya biasanya dilihat dari jumlah kerbau yang di korbankan (ditunu), semakin banyak, maka akan mendapat warisan yang banyak pula, begitu pun sebaliknya. Biasanya warisan berupa tanah ( sawah dan kebun). 

Tuntutan Strata Sosial 
     
      Ada tiga tingkatan strata sosial dalam masyarakat suku Toraja, yaitu bangsawan, orang biasa, dan budak. Setiap tingkatan mempunyai aturan dalam hal melaksanakan tradisi. Khusus dalam hal mantunu tedong, maka semakin tinggi strata sosial seseorang, maka tuntutan untuk mantunu tedong akan makin tinggi pula .  (sumber wikiedia.org)

Tuntutan Mertua
       
      Khusus bagi laki-laki baik dari suku Toraja maupun dari suku lain, yang menikahi perempuan Toraja, maka mau tidak mau harus mantunu tedong saat ada keluarga istri yang meninggal. Makanya tidak heran jika seorang lelaki akan menikahi seorang gadis, maka yang akan ditanya adalah masih apakah semua nenekmu masih hidup?, atau masih berapa nenekmu yang hidup?. Walaupun sangat tidak sopan, namun kenyataan pertanyaan tersebut masih tetap di tanyakan baik laki-laki itu secara pribadi, maupun melalui keluarganya.
5
      Itulah lima alasan utama mengapa orang Toraja masih tetap mempertahankan tradisi Mantunu Tedong diacara Rambu solo sampai saat ini, jika masih ada alasan-alasan lain yang kalian ketahui atau sekedar menkritik alasan yang saya kemukakan diatas, silakan tulis di kolom komentar dibawa. 
  
    Follow saya di Twitter : @Andatlntn

   Sumber-sumber : dengar-dengar dari orang, wikipedia, facebook, dan lain lain.


Cek Artikel-Artikel Yang Lain:
Rekor termahal tedong saleko akhirnya di kalahkan Kerbau asal Afrika Ini

Mitos-mitos Toraja Tentang Hujan dan Penjelasan Ilmiahnya

Artis-artis Indonesia Asal Toraja

Pembunuhan-pembunuhan sadis yang pernah terjadi di Toraja

Perbedaan adu Kerbau Toraja dan Vietnam

Kata-kata Bahasa Toraja Yang Tidak Bisa di Bahasa Indonesiakan





Adat Toraja dan Penyembahan Berhala

  Lama sebelum kedatangan agama Kristen di Toraja, dalam masyarakat Toraja, telah di kenal sebuah kepercayaan tradisonal, yaitu Aluk Todolo. Agama atau Kepercayaan ini sangat menekankan penghargaan atau penghormatan terhadap leluhur, karena anggapan bahwa setiap leluhur yang telah meninggal masih bisa menjaga keturunannya yang masih hidup selama mereka menjaga dan menghormati leluhur tersebut sesuai dengan aturan-aturan yang sudah ada. Penghormatan terhadap mereka biasanya berupa pemotongan hewan khususnya kerbau dan babi saat pemakaman, pemeliharaan makam di mana mereka dikuburkan, dan lain-lain. Dalam kepercayaan Aluk Todolo,  Kerbau dipercaya sebagai kendaraan mereka  menuju surga yang dalam bahasa Toraja disebut Puya. Semakin banyak kerbau yang di korbankan pada saat upacara kematian, maka akan semakin terjamin pula keselamatan orang tersebut. Seseorang yang meninggal dan pada saat pemakamannya keluarganya tidak memotong(mengorbankan) kerbau maka orang tersebut dipastikan tidak akan mencapai Puya (surga) atau dengan kata lain, orang tersebut tidak akan selamat.
   Pada saat ini, walaupun sebagian besar orang Toraja telah menganut agama Kristen, namun Aluk Todolo
Rambu Solo', salah satu bukti aluk
todolo belum ditinggalkan oleh suku Toraja
masih sangat kental dalam kehidupan sehari-hari mereka. Di antaranya dalam acara kematian atau Rambu Solo, pemotongan kerbau masih merupakan hal penting yang tidak bisa di tinggalkan. Begitu pun dengan beberapa kebiasaan yang lain, misalnya Merok penghormatan terhadap leluhur sangat kental. Ini jelas sangat bertentangan dengan ajaran agama Kristen, di mana agama Kristen mengajarkan bahwa keselamatan (masuk surga) hanya bisa didapat dalam Yesus Kristus, dan mencari keselamatan di luar Yesus dikategorikan sebagai     penyembahan berhala.
     Konflik dari dua kepercayaan tersebut melahirkan inkulturasi budaya, di mana Kekristenan berusaha menghayati Iman-iman Kristen yang di Ungkapkan dalam kekhasan budaya Toraja, di mana kebudayaan tersebut tidak hanya di gunakan sebagai pakaian luar atau riasan saja,  melainkan terjadinya persenyawaan di antara iman Kristen dengan nilai-nilai luhur budaya, sehingga penghayatan isi iman Kristen menyatu dalam ungkapan-ungkapan budaya.  Walaupun kitab suci Alkitab tidak pernah berbicara secara eksplisit tentang inkulturasi, tetapi  usaha-usaha inkulturasi pada dasarnya sangat sesuai dengan perintah Yesus.  Namun, perlu diketahui bahwa inkulturasi adalah menyangkut iman dan budaya, sehingga kita tidak bisa di sibukkan hanya pada budaya, melainkan mengombinasikan keduanya sehingga berjalan dengan baik, tanpa mengabaikan unsur iman. Beberaa contoh inkulturasi budaya dengan agama di Toraja, antara lain Gereja menjadi dalam acara rambu solo'.

Demikian penjelasan tentang "Adat Toraja dan Penyembahan Berhala" Terima kasih telah membaca, Jangan lupa membaca artikel lain di blog ini.

Rekor Termahal Tedong Saleko akhirnya Dikalahkan oleh Kerbau
Asal Afrika Selatan ini

Tokoh-tokoh Indonesia asal Toraja

Artis Indonesia, Yang Berasal dari Toraja


10 Orang Indonesia yang Terkenal Melalui YouTube

  Psy, group musik asal negeri Ginseng Korea Selatan sekarang telah dikenal di seluruh dunia lewat lagu mereka Gangnam Style yang di Unduh ke You tube. Hal ini membawa mereka ke prestasi terbesar sepanjang perjalanan karir mereka.
  Tak terlalu berbeda dengan Psy, di Indonesia youtube juga telah melahirkan Selebritas selebritas yang baru, walaupun kepopuleran mereka hanya sebentar atau lebih dikenal dengan "Selebrity Semusim"... Siapa aja 10 orang Indonesia yang terkenal lewat youtube, berikut Liputannya khusus untuk anda :

Briptu Norman Kamaru
   Akhir 2011 lalu, Briptu Norman menjadi berita heboh  dimedia2 Indonesia karena aksi lypsync nya
Briptu Norman
membawakan lagu Chayya chayya yang diunggah ke situs youtube ditonton oleh jutaan orang. Tak ayal ia pun menjadi berita hampir seluruh media, dan kemudian menjadi bintang tamu di acara acara talkshow dan komedi. Polisi asal Gorontalo ini pun mendapat beasiswa untuk melanjukan kula S1 Bidang Hukum daari sebuah Universitas, bahkan ia juga mendapat tawaran rekaman dari salah satu perusaan.





 Gamaliel, Audry dan Cantika (GAC)
    Gamaliel dan Audry merupakan adik kakak sedangkan Cantika adalah teman Audry. Mereka senang
GAC
meunggah video bernanyi mereka keyoutube, yang kemudian mendapat apresiasi dari masyarakat khusunya pengguna youtube. Tahun 2010 mereka mengeluarkan single 'InginPutus saja" meraka pun kemudian menjadi bintang Iklan Telkomsel Flash.




 Sinta dan Jojo
      Mahasiswa asal Bandung ini sukses menggaet ponontun youtubebe lewat video lipsync mereka
membawakan lagu Keong Racun. Mereka menjadi buah bibir dimedia media. Tak berselang lama mereka membintangi iklan beeberapa produk, dan layanan masyarakat.
Kepopuleran mereka pun akhirnya membuat Charly ST12 (sekarang da bubar) menawari mereka buat nyanyi sebuah single.







Arya Wiguna
       Perseteruan Adi bing Slamet dengan Eyang Subur mantan guru spritualnya menghadirkan Arya Wiguna

yang mengklaim dirinya sebagai korban sang guru spiritual. Ia dengan antusias penuh emosi menyatakan perang terhadap Eyang Subur. Namun bukan itu yang kemudian melambungkan namanya. Berawal dari seorang komposer ucapan (speech composer) Eka Gustiwana yang mengaransemen ucapan emosional Arya Wiguna "demi tuhan" dan kemudian diunggah keyoutube. Video tersebut menyedot perhatian masyarakat hingga menjadi pemberitaan yang meluas dimedia media. Hal ini bahkan mengalikan berita yang awalnya menyorot Eyang Subur( diklaim sebagai dukun hitam oleh adi bing slamet) menjadi berita video aransemen tersebut...



Udin Sedunia
       Berawal dari video lagu amatir berjudul Udin Sedunia,yang diunggah keyoutube, menjadikan ia populer di Indonesia. Hal ini karena video amatiran tersebut mendapat penayangan yang banyak disitus youtube. Beberapa saat kemudia ia di Kontra INBOX untuk menjadi presenter untuk beberapa episode. Ia kemudia ditawari untuk menanyikan lagu "udin sedunia" oleh sebuah perusaan rekaman.







Sumbe sumber : id.wikipedia.org