Hebat!! Dua Orang Asal Toraja Ini, Merupakan Rektor Di Dua Universitas Ternama Di Indonesia

   Kualitas sumber daya manusia orang Toraja, memang tidak di ragukan lagi di Indonesia. Banyak tokoh asal Toraja, yang berkipra di berbagai bidang di Indonesia. Dalam bidang pendidikan misalnya, cukup banyak orang Toraja yang menjadi pengajar di perguruan tinggi, atau dosen di berbagai kampus di Sulawesi Selatan dan daerah lain di Indonesia. Bahkan tidak hanya menjadi dosen, beberapa diantarnya bahkan diangkat mejadi pemimpin di perguruan- perguruan tinggi atau kampus, atau yang lasim di sebut rektor.

   Dalam postingan kali ini, akan di bahas mengenai dua orang Toraja yang menjadi Rektor di dua universitas ternama di Indonesia.

1) Prof. Joniarto Parung M.M.B.A.T.,Ph.d. (Rektor Universitas Surabaya)

Prof. Joniarto Parung

   Lahir di Rantepao, 15  November 1960 silam,beliau merupakan rektor Universitas Surabaya (Ubaya), yang sedang menjabat saat ini. Ini merupakan kali kedua alumni SMA Negeri 1 Rantepao dan Universitas Hasanuddin ini memegang tampuk kepemimpinan di salah satu universitas swasta terbaik di Provinsi Jawa Timur tersebut. Di periode sebelumnya, yakni 2011-2015, beliau menggantikan Prof. Drs. Ec Wibisono Hardjopranoto, Ms., yang merupakan mantan ketua Forum Rektor Indonesia (FRI). Prof. Joniarto Parung merupakan satu-satunya rektor yang menjabat selama dua periode, sejak universitas tersebut di didirikan tahun 1968 silam, yakni periode 2011-2015 dan periode 2015-2019. Dalam kepemimpinan beliau, Ubaya sukses megubah nilai akreditasi institusi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), yang semula bernilai B menjadi A pada tahun 2015, dan kemudian menjadikan Ubaya sejajar dengan Universitas Kristen Petra, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya. Selain itu, dalam kepemimpinan beliau, di tahun ini (tahun 2016) Ubaya juga sukses membuka Fakultas Pendidikan Dokter (Kedokteran), serta memperoleh beberapa penghargaan dari berbagai kementrian di Indonesia. Di lansir dari website resmi Universitas Surabaya, dalam profilnya, beliau menceritakan tentang masa kecil beliau di Toraja,di mana saat itu beliau harus ke sekolah tanpa menggunakan alas kaki. Namun, itu semua tidak menghalangi imiannya untuk menjadi manusia yang berkualitas dan berguna bagi sesama.

2)  Dr (CH) Jonathan Limbong Para'pak, M.Eng.Sc ( Rektor Universitas Pelita Harapan)
DR. Jonathan Limbong Para'pak

     Selain Prof. Joniarto Parung, orang Toraja yang menjadi rektor di Universitas bergengsi di Indonesia lainnya adalah Dr. Jonathan Limbong Para'pak. Bukan hanya sebagai rektor, beliau juga bahkan didaulat menjadi presiden di Unversitas Pelita Harapan. Anak dari pasangan Kanaka' Palinggi dan Ny. Sule Palinggi ini, lahir di Rantepao, 12 Juli 1942 silam. Mereka sekeluarga berasal dari desa La'bo', Kabupaten Toraja Utara.  Sejak kecil, Jonathan Limbong Para'pak sudah mumpunyai semangat belajar yang sangat tinggi, walaupun saat itu keadaan baik ekonomi maupun keamanan belum sebaik saat ini. Setelah menyelesaikan pendidikan SMA di Makassar, beliau kemudian di terima di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Namun pada saat bersamaan beliau juga lolos seleksi untuk memperoleh beasiswa Colombo Plan, hingga kemudian ke Australia dan menuntut ilmu di Fakultas Tekni Universitas Tasmania. Di Universitas tersebut, beliau memperoleh gelar sarjana dan  master.

      Beliau bergabung dengan Universitas Pelita Harapan pada tahun 2001, hingga pada tahun 2006 beliau di daulat menjadi rektor di universitas tersebut sampai saat ini. Untuk di ketahui, Universitas Pelita Harapan merupakan sebuah universitas swasta dengan biaya kuliah yang sangat tinggi di Indonesia. Namun biaya kuliah yang tinggi tersebut, berbanding lurus dengan kualitasnya. UPH di tetapkan sebagai universitas swasta terbaik di Indonesia, menurut beberapa lembaga pemeringkat universitas, baik di Indonesia, maupun di dunia. Sebagaian besar artis di Indonesia, merupakan alumni dari universitas ini, misalnya Agnes Monica, Raisa, Mikha Tambayong, Marcel Chandrawinata, Vidi Aldiano, Ben Kasyafani, dan lai-lain.

    Itulah kedua orang yang berasal dari Toraja, yang menjadi pimpinan universitas, atau rektor. Bukan di universitas yang biasa, namun universitas yang mempunyai nama dan kualitas yang baik di Indonesia.

Orang Toraja Pasti Pernah Melakukan Ritual-Ritual Ini

 

    Jangan terlalu serius, karena ritual-ritual yang di maksud di sini, bukanlah ritual seram yang harus mengorbankan kepala atau pun darah (ayam,kerbau,babi) untuk memberi makan para mahluk-mahluk astral penunggu pohon beringin. Ritual yang di maksud di sini, adalah ritual kelas teri, yang umumnya di praktekkan oleh para bocah petualang kampung, namun belum sempat di liput oleh Trans 7. Apa saja ritual-ritual tersebut? Lets check it out

Bawa tiga pucuk daun sualang ke bubun (sumur)

    Mau berkunjung ke sumur yang belum pernah anda kunjungi sebelumnya? Hati-hati, disana biasa banyak mahluk-mahluk astral yang menjadi penghuninya, dan mereka tidak suka dengan orang baru. Nah, supaya tidak di ganggu, harus permisi terlebih dahulu, dan harus mempersembahkan tiga pucuk daun sualang. Tapi, jangan sembarang pucuk daun sualang, karena pucuk sualang yang di minta harus muda dan segar. Usahakan yang terlindung dari sinar matahari dan ultra violet. Meletakkannya pun gak bisa sembarangan, namun harus dengan penuh perasaan, sambil menyebut kan mantra ini:  Tabe' nene', la mendiokanni (maaf mbah, kami mau mandi).  Setelah ritual tersebut selesai, kalian sudah boleh mandi dengan tenang, tetapi tetap jaga kesopanan, dan jangan lupa, setelah mandi ucapkan terima kasih pada si mbah, Kurre nene' lasule mokan (Terima kasih mbah, kami pulang dulu).

Ambil batu tiga biji, saat kebelet buang air besar, namun wc/toiletnya jauh

     Maraknya fenomena siossa'/siollo' atau berak dalam celana yang terjadi di sekolah, membuat para guru maupun orang tua mencari berbagai solusi untuk menangani permasalahan tersebut. Setelah bereksperimen dengan berbagai cara, maka akhirnya di temukanlah sebuah solusi yang paling jitu. Solusi tersebut, adalah sebuah solusi yang di balut dengan ritual yang unik, yakni ambil batu yang jumlahnya tiga biji, pada saat kebelet akan buang air besar. Langkah-langkahnya pun cukup mudah dan sederhana. Saat merasakan ada yang memaksa akan keluar dari dalam perut, kita cukup ambil tiga biji batu, yang ukurannya sebesar kelereng, kemudian memasukkannya kedalam kantong celana kita. Sementara mengambil batu-batu tersebut, kita di haruskan menahan nafas hingga proses pemangambilan dan pemasukannya kedalam kantong selesai, dan jika gagal menahan nafas, maka ulangi dari awal hingga berhasil.
Namun, dalam prakteknya, solusi ini tidak selalu berhasil. Banyak yang gagal, higga harus pulang kerumah sambil menenteng celana yang ternoda oleh kuningan t*i, dan esoknya bahkan beberapa hari kedepan tidak akan kesekolah karena tak tahan menanggung malu.

Ritual " Injo'ku barese', ambe'ku palaok"

    Barese' dan palaok merupakan sepasang suami istri yang kejam. Jika kalian menyentuh salah satu diantara mereka dengan sengaja atau pun tidak sengaja, maka kalian akan terkena penyakit re'pe'-re'pe (sejenis penyakit kulit) . Oleh karena itu, kalian jangan sampai menyentuh salah satu diantara mereka berdua. Namun jika kalian dengn tidak sengaja menyentuhnya, maka satu-satunya solusi yang bisa dilakukan adalah dengan menjadi anak  mereka (entah itu anak kandung,anak angkat,ataupun anak tiri, intinya jadi anak mereka) . Nah, caranya gimana? Cukup dengan menyebut mantra " Injo'ku Barese', Ambe'ku palaok", yang artinya " Barese' Ibu saya, dan Palaok ayah saya". Mantra tersebut di ucapkan tiga kali berulang-ulang. Setelah itu, kalian resmi menjdi anak mereka dan tidak akan terjangkit penyakit re'pe'-re'pe lagi :) .

Ritual berbicara kepada orang mati saat tahun baru

    Tahun baru telah tiba, saatnya berkeliling kampung buat salam-salaman. Jangan lupa bawa kantong plastik, untuk di isi kue dari para warga kampung. Rumah yang berada di list kunjungan pertama, pastinya rumah orang kaya yang kuenya mahal dan enak. Dan, mohon maaf buat yang setiap tahun baru cuma kasih deppa tori, karena andalah yang berada dalam list paling terakhir kunjungan kami, yang artinya akan kami kunjungi jika masih sempat untuk itu.
Selain keliling kampung untuk minta kue dari tetangga, berziarah kekuburan merupakan agenda penting di hari pergantian tahun. Sebelum kekuburan, persiapkan alat untuk membersihkan rumah para leluhur tersebut, dan juga jangan lupa membawa air, pangan(sirih) dan uang (jika ada) untuk di persembahkan bagi para leluhur yang telah mendahului kita ke sana. Selesai kuburan di bersihkan, saatnya meminta dalle (keberuntungan) dan kepintaran pada nenek moyang. Setelah itu, kembali kerumah dengan penuh harap permintaan kita akan terkabul.

Demikian empat ritual yang sering di lakukan oleh orang-orang Toraja. Terima kasih sudah membaca artikel ini, Kurre sumanga'.

Orang Toraja Yang Pacaran/ Menikah Dengan Artis Indonesia

    Menjalin hubungan asmara dengan orang terkenal, mungkin merupakan salah satu keinginan banyak orang di dunia. Tak terkecuali dengan orang Toraja. Sejauh ini, baru dua orang asal Toraja, yang di ketahui menjalin hubungan asmara, baik sudah menikah, maupun sementara berpacaran dengan artis yang terkenal di Indonesia. Namun tak tertutup kemungkinan masih ada yang lain, walaupun belum terekspos oleh media-media.  Siapa saja mereka , berikut nama-nama mereka.


Elisabeth Nura Pasaka ( Istri Ben Joshua)


Sumber: Gambar Tiffany Way Pasaka on Facebook

        Siapa yang tidak kenal dengan Ben Joshua? Aktor tampan, pemain film Dealova yang berasal dari kota Manado ini, merupakan salah satu aktor berbakat, yang telah membintangi banyak film Box Office di Indonesia. Namun, jarang yang tahu jika istri Ben, begitu ia akrab di sapa adalah wanita yang berasal Toraja. Namanya Elisabet Nura Pasaka, atau akrab di sapa Elsa. Mereka menikah tepat pada hari Minggu, 20 Desember 2009, di gedung Petra Jasa, Kuningan, Jakarta Selatan, dan sakramen pemberkatan nikah mereka, di gelar di Kapel Gereja St. Andreas Kim Tae Gon, Kelapa Gading, Jakarta. Walaupun pernikahan mereka mengambil tema Internasional, namun tetap di kombinasikan dengan adat Toraja. Mereka berdua memutuskan untuk menikah, setelah menjalin pacaran selama empat tahun, dan saat ini, mereka telah di karuniai dua orang anak, seorang laki-laki dan seorang perempuan.

       Beberapa pemberitaan media online, kadang keliru menulis marga atau nama belakang Elsa, yaitu Pasaka menjadi Paska, sehingga kedengaran bukan seperti marga orang Toraja. Padahal di akun Instagramnya sendiri, Elsa menuliskan nama Pasaka sebagai marganya. Elisabet Nura pasaka merupakan putri salah satu tokoh masyarakat Toraja, yakni bapak Nico Bandaso' Pasaka, yang dalam kalangan masyarakat Toraja, di kenal sebagai "Profesor Pariwisata". Atas jasa dan gebrakan beliau, pariwisata Toraja pernah menempati urutan kedua di Indonesia setelah Bali.

James Lallo (Pacar Sonya Pandawarman)

       Sonya Pandawarman, atau yang biasa di sapa Panda, merupakan gadis keturunan Taiwan- Tionghoa Indonesia, yang dulu sempat bergabung dengan salah satu girl band fenomenal di Indonesia, yaitu JKT48. Walaupun saat ini, dia sudah tidak lagi bergabung dengan group yang membesarkan namanya tersebut, namun karirnya di dunia entertaiment masih eksis sampai sekarang. Sonya, pernah bermain bersama dengan Raditya Dika di film Marmut Merah Jambu, yang rilis tahun 2014 silam.Selain sebagai penyanyi dan pemain film, dia juga telah membintangi beberapa iklan produk, salah satunya adalah produk pemutih wajah Pond's. Sonya juga sering menjadi bintang tamu di beberapa acara talk show di televisi. Saat ini, Sonya Pandawarman berpacaran dengan pemuda asal Toraja yang bernama James Lallo. Untuk di ketahui, mereka berpacaran setelah Sonya keluar dari Group JKT48, karena aturan girl band tersebut tidak membolehkan para anggotanya untuk berpacaran. Tak banyak informasi mengenai James Lallo di internet, namun bisa di pastikan jika dia adalah orang Toraja, namun lahir dan berdomisili di Jakarta.

     Itulah kedua orang Toraja, yang menjalin hubungan asmara dengan orang yang terkenal atau artis Indonesia, baik yang masih pacaran, maupun yang telah menikah. Namun, tak tertutup kemungkinan jika masih ada orang Toraja yang lain, yang menjalin hubungan asmara dengan para artis. Terima kasih, sudah membaca. Kurre sumanga'

Baca Artikel Lain Yang Terkait:

Artis Indonesia, yang Berasal dari Suku Toraja
   

Tipe-tipe Orang Toraja di Facebook


    Facebook merupakan media sosial yang paling banyak di gunakan orang di seluruh dunia. Data terakhir menyebutkan bahwa pengguna Facebook samai saat ini, sudah mencapai 1,55 milyar jiwa pengguna, dengan pertambahan pengguna perbulannya mencapai 60 juta jiwa. Walaupun semakin banyak media sosial yang bermunculan sebagai pesaing, facebook tetap memimpin jauh di depan. Di Indonesia sendiri, facebook juga masih menjadi media sosial yang paling populer di kalangan masyarakat. Sebuah survei menyebutkan bahwa setiap pengguna internet di Indonesia, di pastikan mempunyai sebuah akun facebook. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara pengguna fecebook keempat terbanyak di dunia.

    Orang Indonesia asal Toraja boleh di bilang sebagai salah satu penyumbang banyaknya akun facebook asal Indonesia di dunia. Walaupun belum ada data yang pasti, berapa banyak pengguna facebook asal Toraja, namun bisa di asumsikan bahwa pengguna facebook di Toraja juga cukup banyak. Hal ini terlihat dari beberapa group facebook kumpulan orang-orang Toraja yang cukup banyak anggotanya, dan juga cukup aktif setiap harinya membahas berbagai permasalahan. Group-group facebook tersebut, antara lain : Toraya Sikamali, Toraja Utara, Forum Politik Toraja, Solata Sosial Network, Komunitas Pencinta Tedong Silaga (KPTS), dan beberapa grou facebook lainnya.

   Nah, pada postingan kali ini kita akan membahas tentang tipe-tipe orang Toraja di facebook. Apa saja itu, mari kita bahas satu persatu

1) Tipe pendebat sejati

     Tipe satu ini paling banyak di temukan di group Forum Politik Toraja. Hampir setiap hari dalam beberapa bulan terakhir, para pendebat yang tergabung dalam group tersebut, mendebatkan tentang proyek Bandara Buntu Kunyi atau di singkat BBK. Dalam perdebatan tersebut, ada dua pihak yang bertikai, yaitu pihak yang tidak yakin proyek bandara tersebut akan selesai (  di sini bisa di sebut  sebagai pihak yang kontra) , dan pihak yang optimis proyek tersebut akan selesai ( pihak yang pro). Walaupun tidak terlalu mengikuti, namun bisa ditarik kesimpulan bahwa pihak yang tidak yakin bendara tersebut akan selesai menyarankan agar proyek tersebut seharusnya di hentikan saja dan lebih memprioritaskan ke proyek-proyek yang lain, yang katanya lebih urgent. Di sisi lain, pihak yang optimis memberikan argumen bahwa bandara tersebut akan menunjang pariwisata di Toraja sehingga harus di perjuangkan.
Topik lain yang juga sering di perdebatkan oleh Pendebat-Pendebat "Sejati", yaitu masalah tradisi mantunu tedong. Dulu di group Toraja Utara topik tersebut sempat menjadi perdebatan yang sengit antara pihak yang kontra maupun yang pro akan tradisi tersebut, namun akhir-akhir ini sudah jarang bahkan tidak lagi di perdebatkan.

2) Tipe Bertanya sebelum membaca

       Cukup sebel dengan tipe yang satu ini.Terutama saat membagikan link (tautan). Orang yang masuk dalam tipe ini, cuma baca judul, terus langsung bertanya di kolom komentar, padahal yang di tanyakan sudah ada penjelasannya dalam postingan tersebut. Saking kesalnya, beberapa orang langsung memberi komentar " Makanya baca dulu sebelum komentar", atau " Makanya buka linknya sebelum komentar". Apakah anda termasuk dalam tipe ini? Tinggalkan kebiasaan buruk tersebut, sebelum anda di judge sebagai orang yang menyebalkan.

3) Tipe  Akun Palsu

      Kebebasan berbicara khususnya di media sosial, kadang di hambat oleh rasa takut atau rasa kurang percaya diri. Faktor inilah, yang membuat sebagian orang membuat akun palsu untuk lebih bebas, sebebas bebasnya untuk mengungkapkan pendapat-pendapat liar mereka. Akun palsu paling sering di temui dalam berbagai perdebatan politik, seperti yang sudah di sebut di tipe pertama di atas. Dan mungkin karena merasa identitas pribadinya tidak ketahuan, maka tak jarang para pemilik akun palsu tidak mengindahkan etika sopan santun dalam bersosial media. Misalnya mempositing gambar atau video yang berbau pornografi dan SARA, bicara kotor, membulliy, hingga menjelek-jelekkan tokoh-tokoh tertentu.  Jika kalian mempunyai akun palsu, sah-sah saja sebenarnya, tapi itu tadi, jangan sampai mengabaikan etika sopan santun.

4) Tipe irit kuota

        Banyak orang Toraja yang masuk dalam tipe ini. Maklum saja, kuota data harganya memang cukup mahal saat ini. Apalagi di Toraja operator yang bisa menjangkau pelosok-pelosok desa cuma satu, yaitu Telkoms*l. Bagi mereka yang masuk dalam tipe ini, akun facebook milik mereka, biasanya hanya untuk update status, dan membaca status temannya, jadi jangan harap mereka buat buka tautan yang berisi gambar apalagi video. Irit bukan berarti pelit.

5) Tipe pemilik group

      Biasanya, yang masuk tipe ini adalah orang-orang yang membuat group facebook atau orang-orang yang di angkat sebagai admin di group.facebook yang di maksud. Para pemilik group atau admin gruop, sekaligus merangkap sebagai polisi di group yang mereka buat tersebut. Jadi, jika kalian memposting hal-hal yang menggangu ketertiban umum di group, misalnya postingan berbau SARA, dan pornografi, maka kalian akan berhadapan dengan mereka. Sangsi terberat yang mereka kenakan, yaitu mengeluarkan seseorang dengan cara tidak hormat dari group tanpa pemberitahuan sebelumnya, jika orang tersebut telah terbukti dengan sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran.

6) Tipe Sosial (Berhati mulia)



       Ini merupakan tipe yang paling mulia dari yang termulia. Seperti yang sering di lakukan beberapa orang yang tergabung di group Toraya Sikamali'. Mereka mengumpulkan dana dari para anggota dengan berbagai cara (positif pastinya ), misalnya dengan penjualan baju, untuk membantu orang-orang kurang beruntung di berbagai tempat di Toraja. Bantuan, biasanya berupa beras diantarkan langsung ke rumah orang-orang yang membutuhkan.Selain Toraya Sikamali, beberapa group lain pun melakukan hal serupa. Salut bangat, dengan orang-orang seperti mereka yang masih punya kepedulian terhadap sesama. Lanjutkan

      Demikian enam tipe orang Toraja di facebook. Silakan pilih sendiri tipe yang paling cocok dengan kalian. Dan jangan lupa menuliskannya di kolom komentar berikut. Terima kasih sudah membaca. Kurre sumanga'.

Baca artikel yang lain :

Orang Toraja, yang Menikah/ Pacaran dengan Artis Indonesia


Jangan Mengaku Orang Toraja, Kalo Tidak Pernah Melakukan Salah Satu Hal-Hal Ini



     Kalo bicara soal Toraja, maka tak lengkap rasanya kalo kita tidak membicarakan tentang orang-orangnya. Mulai dari kebiasaan, makanan, hingga sifat-sifat mereka. Kali ini, kita akan bahas tentang kebiasaan-kebiasaan yang hanya di lakukan oleh orang Toraja. Walaupun kebiasaan-kebiasaan berikut, sedikit buruk, apalagi kalo di jadikan gaya hidup, tapi pastinya tetap seru untuk di ingat-ingat. Jadi, tidak usah di tanggapi dengan terlalu serius. So be chil. Maaf, beberapa kebiasaan berikut mungkin tidak pernah di rasakan oleh orang Toraja yang besar di luar Toraja.Tapi jangan takut, kalian tetap orang Toraja. Lets check it out:


1) Petiro rabbu'

     Petiro rabbu terdiri dari dua kata, yaitu "petiro" yang artinya "orang yang melihat" dan rabbu', atau rambu yang artinya asap. Petiro rabbu' secara kesatuan, artinya orang-orang yang hobbinya ke pesta (rambu solo' atau arambu tuka'). Tujuan utama para petiro rabbu' ke pesta-pesta, tak lain dan tak bukan adalah untuk dapat makan-makan gratis yang enak. Biasanya petiro rabbu' terdeteksi melalui kehadiran mereka di sekolah. Anak-anak yang jarang kesekolah, terutama pada musim pesta, maka di pastikan dia adalah "petiro rabbu" sejati. Dan biasanya berakibat ketidaketidak naik kelasan.

2) Ma'to sae

     Ungkapan rumput tetangga lebih hijau, merupakan ungkapan yang paling cocok untuk menggambarkan orang yang hobbinya melakukan hal satu ini. Ma'tosae secara harafia adalah orang yang berlaku/berekting kayak tamu, artinya berlaku kayak tamu agar bisa makan di rumah tetangga atau di rumah orang lain. Orang yang hobbinya ma'tosae, biasanya berteman dengan anak tetangga untuk melancarkan aksinya tersebut.

3) Ma' Kadoaya

      Ma' Kadoaya berasal dari kata kadoaya, yaitu burung gagak dalam bahasa Indonesia. Entah mengapa, sehingga kegiatan ini di beri nama burung tersebut. Ma' kadoya adalah sebuah hobbi di mana seseorang senang ke pesta, dan saat pulang kerumah mereka akan membawa pa'piong ( masakan khas Toraja, yang di masak di dalam bambu) yang di jadikan sebagai tongkat. Ma' kadoaya biasanya di lakukan pada acara pengucaan syukur selesai panen, karena pada saat itulah terdapat banyak pa'piong.

4) Ma'putu'

       Ma'putu adalah kebiasaan wanita Toraja yang sejati. Ma'putu berasal dari kata putu, yaitu bungkus dalam bahasa Indonesia. Biasanya kebiasaan ma'putu paling terlihat terutama pada acara pesta pernikahan. Kantong plastik yang sudah di persiapkan dari rumah jauh-jauh hari sebelumnya, kemudian di isi dengan berbagai lauk sesudah atau bahkan sebelum orang di pesta itu makan, dengan dalih makanan yang mereka bungkus tersebut adalah makanan sisa. Dalam beberapa kasus, akibat ulah para ibu'-ibu' pa'putu' banyak tamu yang tidak kebagian makanan. Hastag stop pa'putu'

5) Male Lilla'

        Male lilla, sebuah hobbi yang suka keluar rumah tanpa alasan jelas dan baru pulang saat larut malam, bahkan tidak pulang sama sekali hingga berhari-hari, bahakan berminggu-minggu. . Lilla' dalam bahasa Indonesian sama dengan keluyuran, atau kelayapan. Seorang wanita yang hobbinya male lilla atau li'lakan, maka biasanya di konotasikan dengan hal-hal negatif. Kita sebagai  orang Toraja harus bersyukur, karena alhamdulillah sampai saat ini masih jarang wanita Toraja yang hobbinya male lilla'.

6) Ka banua-nua

       Ka banua-nua adalah orang yang lebih suka tinggal di rumah orang lain, dari pada di rumah sendiri. Agak mirip dengan lilla, namun kabanua-nua sedikit lebih baik. Orang yang hobbinya kabanua-nua, biasanya tidak hanya tinggal di satu rumah orang lain saja, melainkan di banyak rumah, di mana saja ia di terima.

     Itulah enam kebiasaan yang cenderung negatif yang di biasanya lakukan oleh orang Toraja. Saya yakin tidak ada orang Toraja yang pernah melakukan itu semua, Tapi orang Toraja sejati minimal pernah melakukan salah satu diantaranya. Silakan dipilih mana yang kalian paling suka. Wkwkwk. Terima kasih sudah membaca. Kurre sumanga'.

Sumber-sumber: Facebook, dengar-dengar dari orang, wikipedia, dan sumber-sumber lainnya.

Baca Artikel Yang Lain:

Fakta-fakta Tentang Toraja di Dunia Yang Belum Banyak Di Ketahui

Alasan Mengapa Kita Harus Bangga Jadi Orang Toraja

6 Sifat Orang Toraja Sejati

Orang Toraja Yang Menikah/Pacaran Dengan Artis


Fakta-fakta Unik Tentang Toraja Di Dunia Yang Perluh Kalian Ketahui

 
    Toraja memang tidak akan pernah habis untuk di bicarkan. Selalu saja ada hal-hal yang menarik yang layak untuk jadi bahan cerita. Terutama soal budaya dan tradisi yang sudah di kenal di seampero dunia. Namun, saking terkenalnya, maka tak sedikit fakta-fakta daerah kita yang jarang di ketahui oleh orang-orang.

    Berikut, beberapa fakta-fakta tentang Toraja, yang mungkin kalian belum ketahui. Apa saja itu? Mari kita bahas stu per satu.

1) Tahukah kalian, Toraja merupakan salah satu situs warisan dunia yang ada di Indonesia.

    Mungkin beberapa dari kaliam, belum tahu fakta ini, bahwa sejak tahun 2009 lalu, Toraja di tetapkan menjadi salah satu situs Warisan Dunia, atau World Heritage dalam kategori kebudayan oleh UNESCO, yaitu salah satu organisai di dunia yang berada dalam naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB, yang menangani bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan. Sampai saat ini, baru beberapa situs warisan dunia yang di lindungi oleh UNESCO, yang berasal dari Indonesia. Dan kita perlu bersyukur karena daerah kita menjadi salah satunya yang beruntung.

2) Tahukah kalian, bahwa rumah Tongkonan, bisa anda jumpai di Eropa, khususnya di negara Belgia.
 
     Bagi suku Toraja, rumah Tongkonan merupakan simbol kekerabatan atau persaudaraan dalam keluarga. Semua orang yang mempunyai darah Toraja, di pastikan memiliki minimal satu rumah Tongkonan. Namun, tahukah kalian jika ternyata selain ada di Toraja dan beberapa daerah di Indonesia, di Belgia pun kita bisa menjumpai rumah kebanggan kita tersebut, tepatnya di sebuah taman yang bernama Parc Paradisio, di kota Brugelette, Belgia. Rumah Tongkonan tersebut terletak pas di pintu masuk taman yang luasnya sekitar 5 hektar itu. Keberadaan rumah Tongkonan di taman tersebut, karena ketertarikan sang pemilik taman terhadap keunikan rumah Tongkonan.

3) Di Jerman pun, ada Alang (Lumbung padi orang Toraja) yang menjadi maskot salah satu museum di sana.

    Selain rumah adat Toraja atau Tongkonan yang di bangun di sebuah taman di Belgia, di Jerman pun ternyata ada sebuah museum yang menggunakan lumbung padi tradisional Toraja, atau dalam bahasa Toraja di sebut Alang, sebagai maskotnya. Museum bernama Rautenstrauch- Joest, yang berlokasi di kota Cologne, Jerman ini, mengimpor langsung sebuah Alang atau lumbung yang sudah jadi dari Toraja, di mana alang tersebut sebelumnya di bongkar terlebih dahulu dan baru di pasang setelah tiba di sana. Alang yang berukuran panjang 11 meter, tinggi 7,5 meter dan lebar 5 meter ini,sama pesrsis dengan Alang tradisional Toraja jaman dulu, yang tidak menggunakan paku sama sekali, dan atapnya terbuat dari potongan-potongan bambu yang di susun sedemikian rupa.

4) Kopi Toraja, ternyata sudah di patenkan oleh perusahaan Key Coffee asal Jepang

      Fakta yang satu ini, sangat di sayangkan. Karena sejak awal tahu 2000an lalu, sebuah perusahaan kopi di negara Jepang, yakni Key Coffee, telah mempatenkan kopi Toraja sebagai merek dagang milik mereka. Memang, selama ini Jepang dan Amerika Serikat merupakan negara tujuan ekspor utama kopi Toraja. Kopi Toraja di kenal sebagai "Queen Of Coffee"  di dunia, bersama dengan kopi asal Kolombia, karena aroma dan cita rasanya. Namun sayang seribu sayang, dengan di patenkannya kopi Toraja tersebut sebagai merek dagang perusahaan kopi di Jepang, maka dengn otomatis kita tidak bisa mengekspornya secara langsung tanpa melalui perusahaan asal Jepang tersebut. Semoga saja ada langkah konkreet pemerintah untuk mengembalikan hak paten kopi kita tersebut.

5)  Gambar-gambar upacara Ma'nene pernah menjadi trending topic di negara-negara barat.

       Tepatnya tahun 2010 lalu, selain menjadi viral di Indonesia, beberapa foto-foto mayat yang sedang di bersihkan dan di ganti pakaiannya di acara Ma'nene, juga menjadi trending topic di dunia barat sana. Saking viralnya, foto-foto tersebut malah di anggap sebagai hoax alias gambar rekayasa oleh mereka. Hal ini membuat beberapa situs berita online terkemuka di dunia, seperti  The Dailymail di Inggris, serta The National Geographic membahas foto-foto tersebut. Tanggapa mereka pun beragam setelah membaca penjelasan situs-situs bereita tersebut. Mulai dari tetap tidak percaya, respek terhadap buadaya kita, hingga menganggap tradisi tersebut bisa menularkan penyakit dari mayat ke orang-orang di sekitarnya.

     Itulah lima fakta-fakta tentang Toraja di dunia, yang mungkin saja belum kalian ketahui. Jangan lupa menuliskan pada kolom komentar jika ada fakta lain tentang Toraja yang kalian ketahui dan belum saya tulis diatas. Terima kasih sudah membaca. Kurre sumanga'


Inilah 8 Alasan Mengapa Kita Harus Bangga Dengan Daerah Kita, Toraja. Part II

 
Tau-tau
    Jika dalam postingan saya yang sebelumnya, yaitu "Alasan Mengapa Kita Harus Bangga Jadi Orang Toraja" di mana dalam postingan tersebut di uraikan 5 karakter atau sifat orang Toraja yang harusnya kita jadikan sebagai sebuah kebanggan. Maka kali ini, saya tidak akan membahas tentang karakter atau sifat-sifat orang Toraja, melainkan hal-hal yang di miliki daerah kita yang pastinya menjadi sesuatu yang membanggakan. Mari kita bahas.

1) Toraja itu tujuan wisata

    Tak usahlah aku jelaskan panjang lebar, semua orang sudah tahu kalo Toraja itu adalah salah satu destinasi wisata di Indonesia. Bukan hanya wisatawan dalam negeri saja, tapi wisatawan mancanegara pun datang ke daerah kita tercinta. Maka tak heranlah jika banyak bule-bule berseliuran di Toraja. Bahkan saya pernah dengar(semoga benar) kalo Toraja adalah daerah tujuan wisata nomor dua setelah Bali di Indonesia.

2) Budaya dan tradisi kita itu unik dan tak ada duanya

    Salah satu daya tarik wisata di Toraja adalah kebudayaannya yang terpelihara. Terutama upacara Rambu Solo atau upacara kematian suku Toraja, banyak orang di luar sana yang sangat penasaran dengan keunikan acara tersebut. Beberapa acara Rambu Solo di Toraja pernah di liput di National Geographic. Bukan cuma tradisi rambu solo, tapi masih ada banyak tradisi kita yang unik dan tiada duanya. Sekedar info, photo-photo acara  ma'nene pun, sempat menjadi tranding topic di dunia barat.
Mereka pikir zombi yang sesungguhnya itu ada di Toraja.

3) Kita punya kerbau termahal di dunia

      Walaupun tak semua orang Toraja bisa membeli kerbau, namun kita harus tetap bangga karena kerbau termahal di dunia itu ada di daerah kita. Kerbau belang atau dalam bahasa Toraja di sebut tedong saleko merupakan kerbau yang sangat mahal. Harganya bisa mencapai 1 Milyar wow.

4) Kita punya Lada katokkon, salah satu cabai super pedas di Indonesia

      Lada katokkon, merupakan cabai asal Toraja, yang masuk dalam jajaran cabai terpedas di Indonesia. Lada katokkon biasannya di gunakan untuk bumbu masakan khas Toraja  seperti pa'piong, dan pa'tong.

5) Kopi Toraja, salah satu kopi terenak dan termahal di dunia.

       Kopi asal Toraja, sudah tidak di ragukan lagi kualitasnya di Indonesia. Beberapa kedai Starbucks di Amerika dan beberapa negara lain, bahkan mmenggunakan kopi Toraja sebagai bahan utama. Di sebuah  pameran kopi di Surabaya pada tahun 2012, kopi Toraja memecahkan rekor sebagai kopi termahal, dengan harga per kilogram mencapai US$ 45, atau sekitar Rp 525 ribu pada waktu itu. Dan menurut Wapres kita, Pak Jusuf Kalla, di Jepang kopi Toraja adalah kopi termahal. Harga satu cangkirnya adalah Rp. 169 ribu. sumber :newsdetik.com).

6) Kita punya patung Yesus tertinggi di dunia

       Walaupun terbilang baru, namun patung Tuhan Yesus di Buntu Burake sudah menjadi buah bibir sebagai patung Tuhan Yesus tertinggi di dunia, mengalahkan Patung Tuhan Yesus di Rio de Jeneiro Brasil. Dengan tinggi mencapai 40 meter, patung tersebut sekarang menjadi ikon baru pariwisata Toraja.

7) Daerah kita dingin.

       Jika di daerah lain kita panas kegerahan, maka tidak dengan Toraja. Di sini dingin sekali, apa lagi di malam hari. Jadi kita tidak butuh AC dan peralatan sejenisnya. Dengan keadaan suhu seperti itu, maka tak heran wisatawan mancanegara lebih beta berlama-lama di sini.

8) Alam kita masih hijau, dan menawarkan banyak keindahan


        Selain dingin, alam di Toraja masih terjaga kelestariannya. Keindahan alam yang di tawarkan pun beragam.mulai dari sawah-sawah yang indah, pegunungan yang hijau, sungai yang masih jernih hingga fenomena "negeri di atas awan", yang akhir-akhir ini jadi booming di Toraja. Semua seolah sudah satu paket dengan masyarakatnya yang ramah dan murah senyum.

Itulah delapan alasan mengapa kita harus bangga dengan daerah kita. Dan perluh di ketahui, bahwa itu semua adalah anugrah yang patut kita jaga dan lestarikan. So, masih mau malu jadi orang Toraja ? Pikirkan lagi.. Terima kasih sudah membaca.

Baca Atikel yang lain:

Jangan Mengaku Orang Toraja, Kalo Tidak Pernah Melakukan Ini!

5 Alasan Utama Orang Toraja Mantunu Tedong

Sifat-sifat Orang Toraja Yang Membanggakan

Ciri-ciri Orang Toraja

Buah-buahan Masa Keci Di Toraja

Perkakas-perkakas Khas Toraja generasi 90an

Makan Pa'tong

Inilah Alasan Mengapa Kita Harus Bangga Jadi Orang Toraja

 
 
    Bangga terhadap daerah sendiri adalah kewajiban setiapa orang. Namun tak jarang, saat ini kita jumpai orang yang tidak pd atau malu dengan identitas sukunya sendiri, dengan alasan suku di mana dia berasal itu masih kuno, tradisional, kampungan, miskin, dan alasan-alasan yang lainnya. Pertanyaanya, jika bukan kita yang bangga dengan daerah kita, lalu siapa lagi?

    Oke, mari kita langsung saja membahas saja  "  Alasan-alasan Mengapa Kita Harus Bangga Jadi Orang Toraja"

1) Orang Toraja itu jujur dan bisa di percaya

     Saya pernah membaca sebuah blog seorang dokter, yang berasal dari suku Batak dan tinggal di Makassar. Dalam salah satu tulisannya, dia bercerita tentang pengalamannya yang mendebarkan. Waktu itu, om dan tantenya akan menjual sebuah mobil, dan memasukkanya ke salah satu situs jual beli online (gak usah sebut merek). Akhirnya salah seorang pembeli pun datang. Pembeli yang di maksud adalah orang Toraja. Setelah tawar menawar, mereka pun sepakat bahwa harga mobil tersebut Rp.100 juta. Tapi ternyata si pembeli tersebut gak bawah uang sama sekali,bahkan untuk uang mukanya sekali pun, padahal dia maunya langsung membawa mobil tersebut beserta surat-suratnya( STNK dan BPKB) ke Toraja, dan berjanji besok pasti di transfer uangnya. Om dan Tantenya pun setuju. Jadilah mobil beserta surat-suratnya itu di bawah oleh sang pembeli. Setelah mobil pergi, barulah mereka sekeluarga sadar bahwa itu adalah penipuan. Si tante, bahkan tak bisa tidur semalaman mengingat keteledoran yang dia lakukan. Intinya waktu itu mereka semua sepakat bawah mereka sudah di tipu dan sudah pasrah. Keesokan harinya, walaupun sudah tidak yakin,mereka semua tetap menunggu sms banking dari bank. Dan tak di sangka-sangka pembeli tersebut menepati janjinya dengan mentransfer uang Rp 100 juta. Mereka semua lega dan besyukur atas kejujuran si bapak pembeli asal Toraja itu.
Itu hanya salah satu cerita, bukti betapa orang Toraja itu jujur dan bisa di percaya. Bukannya mau terlalu membanggakan diri sebagai orang Toraja, Tapi zaman sekarang orang jujur itu sangat susah di dapat. Andai saja jika pembeli itu adalah orang lain, saya tidak jamin mereka bakal dapat uang penjualan mobil mereka lagi.  Dan saya yakin, kalian orang Toraja yang membaca ini, juga memiliki sifat seperti pembelih tersebut. Olehnya itu banggalah.

2) Orang Toraja itu taat melestarikan budaya

      Yang satu ini sudah tidak di ragukan lagi. Meskipun kadang membebani keuangan, tapi orang Toraja dengan setianya mau melestarikan budaya yang di wariskan leluhur. Terutama dalam hal Rambu Solo' orang Toraja dengan rela kerja keras dan banting tulang untuk mendapatkan uang demi membeli kerbau sebagai persembahan terakhir untuk orang tercinta yang telah meninggal. Tak banyak loh suku di dunia ini yang mau seperti itu. So, banggalah.

3) Orang Toraja itu rajin dan pekerja keras.

        Nah sudah di singgung di poin yang kedua di atas, kalo orang Toraja, demi untuk melestarikan tradisi atau budaya leluhur, mau bekerja keras banting tulang. Tapi sebenarnya bukan cuma untuk hal tersebut. Orang Toraja juga memikirkan tentang kehidupannya dan keluarga-keluarganya, sehingga juga bekerja keras untuk itu. Terutama demi kehidupan yang layak untuk anak-anaknya di masa depan.

4) Orang Toraja sangat mengutamakan pendidikan

       Saya ingat dulu ketika masih kecil, jika ada yang tidak mau ke sekolah, maka nenek saya akan bilang " damo mo mu massikola, dai to nabalukan ko tau ke kapua ko", yang artinya " silakan saja kalo tidak mau sekolah, nanti kau sendiri yang akan dijual (dibodohi) oleh orang lain". Orang tua-orang tua di Toraja, sangat sadar betapa susahnya hidup tanpa pendidikan. Kita bisa saja mejadi objek pembodohan oleh orang lain, bahkan oleh keluarga kita sendiri. Oleh karena itu mereka sangat menekankan anak cucu mereka untuk berpendidikan setinggi-tinggi mungkin yang bisa di capai.
Tapi sayang bangat,  karena kadang pendidikan berbenturan dengan melestarikan budaya, dan itu adalah dua pilihan yang sangat berat untuk orang Toraja.

5) Orang Toraja jago nyanyi

       Di Indonesia, kebanyakan penyanyi memang berasal dari agama Kristen. Beberapa orang berpendapat bahwa orang Kristen di Indonesia jago nyanyi karena dari kecil sudah sering latihan dan ikut lomba nyanyi di Gereja. Suku-suku seperti Batak dan Ambon sering di identikkan sebagai suku asal penyanyi-penyanyi dengan suara berkualitas, dengan alasan mereka kebanyakan beragama Kristen. Tak jauh beda dengan suku Toraja, walaupun belum begitu di kenal di Indonesia. Penyanyi-penyanyi asal Toraja di Indonesia, antara lain:  Kamasean ( Runner up Indonesian Idol), Ari Lasso (Ayahnya punya darah Toraja), Harry Mantong ( 10 besar Indonesain Idol season 2).

6) Orang Toraja itu sangat toleran

        Jika di daerah lain banyak kasus-kasus intoleran yang terjadi, misalnya saja penggusuran rumah ibadah agama-agama tertentu, atau pemaksaan untuk melakukan aturan agama tertentu, maka kita orang Toraja patut bangga karena itu semua sampai detik ini tidak pernah terjadi di daerah kita. Kita orang Toraja sadar bahwa kita hidup berdampingan dengan orang lain yang berbeda dengan kita dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak enak rasanya jika kita mengharuskan mereka untuk mengikuti aturan atau kemauan kita yang bertentangan dengan aturan mereka. Selain itu, budaya luhur yang kita junjung tinggi mengajarkan kita untuk memperlakukan orang lain, sebaik mungkin, tanpa mengenal perbedaan.


      Itulah enam alasan, mengapa kita harus bangga menjadi orang Toraja. Saya sangat yakin, masih ada banyak alasan lain yang tidak sempat saya tulis di atas, Jika berkenan maka tulislah di kolom komentar di bawah. Ingat, sama sekali tidak ada alasan untuk kita malu mengakui diri kita sebagai orang Toraja. Kurre Sumanga'.

Baca Artikel Saya Yang Lain:

8 Alasan, Mengapa Kita Harus Bangga Dengan Daerah Kita Toraja, Part II

Ciri-ciri Orang Toraja

Buah-buahan Masa Keci Di Toraja

Perkakas-perkakas Khas Toraja generasi 90an

Makan Pa'tong



Bersyukurlah Kalian Jika Masih Sempat Menggunakan Perkakas-Perkakas Khas Toraja Ini

Kandean Langka' aka Kandean dulang

 
Seiring dengan berjalannya waktu, banyak hal-hal di dunia ini yang mengalami perubahan. Baik perubahan yang mengarah kearah yang lebih baik, maupun yang mengarah ke ke arah yang lebih buruk. Terutama dalam hal kemajuan tekhnologi, muncul hal-hal baru yang tidak terbayang oleh kita sebelumnya, dan hal-hal sebelumnya yang dianggap manual, dan menyusahkan pun  kemudian hilang dari peradaban.

      Begitupun dengan hal perkakas rumah tangga banyak yang berubah, seiring dengan perkembangan saman. Jika dulu, banyak perkakas yang terbuat dari kayu atau buah (misalnya maja), yang gampang di peroleh, maka saat ini hampir semua perkakas tersebut hanya di simpan sebagai barang rongsokan, bahkan mungkin sudah hilang sama sekali. Namun buat kalian yang masih sempat melihat, atau menggunakan secara langsung perkakas-perkakas khas Toraja tersebut, maka kalian patut bersyukur. Apa saja itu? Mari kita bahas.

Bila

     Bila adalah perkakas makan yang berbentuk mangkuk. Bila terbuat dari buah Maja, yang dalam bahasa Toraja di sebut Bila. Cara membuatnya sangat sederhana hanya membagi dua buah maja yang sudah kering dengan ukuran sama besar. Kemudian isinya di keluarkan. Kedua potongan buah maja tersebutlah yang menjadi bila Jadi dari satu buah maja, terbentuk dua bila. Saya secara pribadi, masih sempat menggunakan bila, walaupun penggunaanya saat itu sudah bergeser yaitu sebagai timba air. Saat ini, buah maja mungkin masih ada, tapi buahnya tiak lagi di jadikan bila.

Passaran Kayu

     Sesuai dengan namanya, passaran kayu terbuat dari kayu. Yang di bentuk menyerupai  nampan bundar, dan mempunyai satu pegangan. Passaran kayu, ada lagunya yang cukup populer bunyinya begini:
 "Dolong-dolong passaran kayu, 
di pa'lo'doi' utan battae 
utan battae' mammi' di kande,
 di pasisola lada katokkon".

Tidak seperti nasib lagunya yang masih cukup populer di nyanyikan sampai saat ini, Passaran Kayu hampir tidak di gunakan lagi. Sekarang, utan battae' tidak lagi di lo'do di passaran kayu, melainkan di lo'do' di wadah yang lebih modern yang terbuat dari plastik atau aluminium. 

Issong (Lesung)

     Issong berguna sebagai tempat menumbuk padi sampai menjadi beras. Ada dua jenis issong, sesuai dengan kegunaannya, yaitu issong pandan, dan issong batu. Issong pandan  terbuat dari batang kayu besar yang di lubangi di bagian tengahnya. Issong pandan digunakan untuk melepaskan biji padi dari bulirnya. Setelah biji padi terlepas dari bulirnya, maka kemudian di proses lagi di issong batu untuk meleaskan kulit padi menjadi beras. Issong batu, terbuat dari batu yang juga di lubangi di bagian atas. Selain kedua alat itu, alat tambahan yang lain yang harus ada untuk menumbuk padi adalah alu, yaitu kayu yang ukurannya pas untuk di pegang oleh orang dewasa. Untuk lebih jelas, lihat gambar berikut
Karena perkembangan tekhnologi, fungsih issong sebagai penumbuk padi, saat ini sudah di gantikan oleh penggilingan padi yang lebih praktis dan tidak menguras tenaga.


 Kandean Langka'/Kandean dulang

      Saya jamin, jarang yang sempat menggunakan perkakas satu ini. Mungkin cuma generasi 60'an saja yang sempat menggunakannya. Tetapi saat ini, kita masih bisa melihatnya, selain koleksi di rumah kita masing-masing, kita juga bisa melihat kandean langka' dengan ukuran lebih besar di pusat kota Rantepao (jangan salah ya, itu bukan miniatur, karena ukurannya lebih besar dari yang sesungguhnya). Entah mengapa kandean langka atau kandean dulang di jadikan sebagai ikon di kota Rantepao. Mungkin ada filsofinya. Entahlah, Ada yang tahu? Saat ini kandean langkah lebih banyak di buruh oleh para kolektor barang antik. 

Salakko' Bale 

       Bahasa Indonesianya, ternyata adalah sekrap. Digunakan untu menangkap ikan di sawah, terutama jika sawah tersebut masih banyak airnya. Salakko bale, terbuat dari rotan atau pun bambu. 
Saat ini, salakko bale mungkin masih tetap di pakai di pedesaan, tapi saya sendiri sudah jarang menjumpainya. 

Demikian beberapa perkakas antik, yang saat ini sudah jarang bahkan sudah tidak bisa di jumpai sama sekali. Bagaimana pun, kita harus bersyukur pada semua inovasi tekhnologi yang memudahkan kita, walau harus menggantikan kegunaan benda-benda tersebut. Namun lebih bersyukur lagi jika kita masih sempat melihat, apa lagi menggunakan benda-benda tersebut di atas. Terima kasih.

Cek Artikel saya yang Lain:

Mitos-Mitos Toraja Tentang Hujan Dan Penjelasannya Secara Ilmiah

Tokoh Tokoh Terkenal Indonesia Berdarah Toraja


Pembunuhan-pembunuhan sadis yang pernah terjadi di Toraja

Perbedaan adu Kerbau Toraja dan Vietnam

Kata-kata Bahasa Toraja Yang Tidak Bisa di Bahasa Indonesiakan



Baca Ini !!!, Insyah Allah Kalian Akan Berhenti Makan Pa'tong ( Daging Anjing)

We are not food
   
   Di Toraja, mengkonsumsi daging anjing merupakan hal yang sangat lumrah. Daging anjing, yang di kalangan masyarakat Toraja di sebut Pa'tong atau RW bahkan boleh di bilang makanan yang paling di gemari, walupun harganya cukup mahal. Padahal selain sebagai hewan yang harusnya menjadi sahabat dan harusnya tidak di sakiti apalagi di makan, daging anjing juga berbahaya bagi tubuh manusia.

    Berikut adalah alasan-alasan mengapa kalian harus meninggalakan kebiasaan buruk mengkonsumsi daging anjing itu.

Daging anjing bisa menyebabkan rabies

       Di Filipina, 300 orang meninggal setiap tahunnya karena penyakit rabies. Padahal di sana anjing-anjing sudah rutin divaksinasi. Bagaimana dengan Indonesia, terutama Toraja yang orangnya saja belum tentu di vaksinasi, apalagi anjingnya. Dan lagi, di Toraja tidak ada yang namanya peternakan anjing ( kalo sudah ada, maap kurang update). Daging anjing yang biasanya di konsumsi, biasanya berasal dari anjing-anjing yang sebenarnya bukan untuk di konsumsi melainkan untuk menjadi penjaga atau sahabat, dan anjing-anjing tersebut makanannya apa saja termasuk ee'. Jadi kebersihannya, kehigienisannya dan kesehatannya sangat di pertanyakan.


Khasiat daging anjing yang katanya bisa menambah vitalitas pria dan mengahatkan tubuh, itu semua cuma Mitos belaka

       Mitos tersebut sebenarnya merupakan warisan nenek moyang kita, Sampai saat ini, belum ada riset atau penelitian yang membuktikan kedua khasiat tersebut. Yang ada cuma hasil-hasil riset yang mengatakan jika daging anjing sebenarnya mengandung banyak bakteri yang bisa membawa penyakit.

Kebanyakan daging anjing yang di jual di rumah-rumah makan, berasal dari anjing curian.

    Tidak mau di sebut penadahkan??, apalagi jika menadah barang curian di dalam tubuh alias barang curian menjadi bagian dari tubuh kita . Seperti saya sudah sebutkan di poin di atas, bahwa di Toraja tidak ada yang namanya peternakan anjing. Jadi dari mana anjing-anjing di rumah-rumah makan itu berasal? Padahal di Toraja normalnya satu rumah punya 1-5 ekor anjing. Jadi dari mana? Silahkan simpulkan sendiri.

Anjing mempunyai emosi yang mirip dengan manusia, yang bisa merasakan sakit hati.

      Ini bukan sekedar omong doang, tapi telah di buktikan oleh para ahli. Tahukah kamu, cara menangkap anjing yang ada di Toraja? Anjing-anjing yang akan di konsumsi biasanya di "pa'tong"(yang sekaligus menjadi nama masakan dagingnya) yaitu di pukul di bagian kepalanya hingga mati, atau jika susah untuk "mema'tong" anjing tersebut, maka akan di racuni dengan potas. Coba bayangkan betapa tidak "manusiawinya" cara itu untuk mahluk yang bisa merasakan sakit hati ( Bayangkan jika hal itu terjadi pada diri Anda?). Lihat saja teman-teman anjing saat teman atau keluarga mereka di pa'tong, biasanya menggonggong tidak rela teman atau keluarga mereka itu kalian jadikan santapan.

Anjing merupakan sahabat manusia

     Apakah kalian pernah menonton film Hachiko dan film Hearty Paws? Kedua film yang diangkat dari kisah nyata tersebut menceritakan tentang betapa setianya anjing terhadap tuannya. Mereka bahkan rela berkorban demi tuan mereka. Memang, sejak dulu anjing merupakan binatang yang menjadi sahabat yang paling dekat dengan manusia. Saking dekatnya, anjing biasanya di beri nama. Misalnya nama anjing paling populer di Toraja antara lain: Jaga, bolong, busa, leki, dan lain-lain.
Bayangkan jika kalian harus menyakiti, apalagi memakan sahabat kalian sendiri.

Dan akhirnya, saya ingin mengutip sebuah quote yang sangat menyentuh, dari  seorang pelawak dan dosen, yaitu Henry Wheeler Shaw yang mengatakan:

"A dog is the only thing on earth loves you more than he love him self"
" anjing adalah satu-satunya di bumi yang mencintaimu lebih dari dirinya"

Cek Artikel Saya Yang Lain

Mitos-Mitos Toraja Tentang Hujan Dan Penjelasannya Secara Ilmiah

Tokoh Tokoh Terkenal Indonesia Berdarah Toraja

Pembunuhan-pembunuhan sadis yang pernah terjadi di Toraja

Perbedaan adu Kerbau Toraja dan Vietnam

Kata-kata Bahasa Toraja Yang Tidak Bisa di Bahasa Indonesiakan

Astaga Di Jeneponto, Anak-anak Baru Umur 13 Tahun Menikah,Padahal Baru Selesai Sunat

     Seorang teman saya di facebook, menautkan link dari makassarterkini.com tentang pengantin yang baru berumur 13 tahun, dan  14 tahun. Menurut judul berita tersebut, pengantin cowoknya baru saja di sunat tahun lalu. Pengantin yang menurut saya paling muda sepanjang masa tersebut berasal dari desa Gatarang, kecamatan Kelara,  Jeneponto.
 
     Awalnya saya berpikir itu cuma judul berita , yang memang biasanya dilebih-lebihkan untuk menarik orang untuk membacanya, dan gambar anak-anak yang ada di situ juga saya pikir paling cuma gambar anak TK yang sedang mengadakan karnaval, yang di sertakan di situ untuk mengelabuhi orang untuk mengklik tautan/link tersebut.
   
      Tapi bagaimana pun, sebagai manusia saya harus memenuhi rasa penasaran saya, kemudian mengklik dan seterusnya membaca berita tersebut.  Semua keraguan saya tadi kemudian sedikit berkurang setelah selesai membaca penjelasan di berita tersebut. Tapi saya belum begitu saja percaya, karena berita tersebut di tulis hanya berdasar kepada sebuah postingan seorang fotografer, yang katanya menjadi juru foto di pernikahan pengantin termuda tersebut, bisa saja di karang-karang, pikir saya.

      Dalam berita tersebut, di tulis jika yang pertama mengupload foto-foto pengantin muda tersebut ke facebook adalah seorang fotografer bernama Iwank. Saya langsung cari di Facebook, dan melihat serta membaca postingan foto yang dimaksud, beserta penjelasannya seperti screen capturenya berikut

Soal wajah yang ketutup, saya minta maaf.



        Postingan foto yang berjudul "wedding penutup sebelum Ramadhan 13 tahun versus 14 tahun" itu, sudah di share sebanyak 443 kali, jadi bolelah di bilang viral. Banyak bangat teman facebooknya ( Iwank) yang tidak percaya akan pernikahan itu, tapi beliau tetap sabar menjelaskan jika itu memang terjadi, dan beliaulah yang di sewa sebagai fotografernya sehingga bisa menyaksikan secara langsung pernikahan tersebut. 
         
          Menurut Iwank, dalam komentarnya mengenai postingan tersebut, ini kali pertama dia mendapat klien pengantin yang masih sangat muda. Awalnya dia juga merasa lucu dan ketawa saat mau mengambil gambar kedua pengantin itu, namun kedua pengantin mudah itu tetap serius. Di tulis juga dalam kontarnya jika yang pengantin laki-laki baru tamat Sekolah Dasar atau SD. Entah cuma mau melucu atau apa, di komentarnya juga di tulis jika kedua anak-anak di bawah umur itu di nikahkan karena orang tua mereka sudah tidak sabar untuk menimang cucu.

           Pertanyaanya, apakah pernikahan di bawah umur itu  melanggar hukum di Indonesia atau tidak? Entahlah, tapi  menurut Pasal 7 UU No.1 Tahun 1974 tentang pernikahan, meneyebutkan bahwa perkawainan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 tahun, dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 tahun. Jadi kasus diatas boleh di bilang melanggar. Tapi dalam hukum Islam "katanya" sah-sah saja yang penting ada wali (Ingat kasusnya Syekh Puji). Dan itu artinya pasal di atas tadi (Pasal 7UUNo.1 Tahun 1974) di batalkan karena dalam pasal lain, yakni Pasal 2 UU No. 1 Tahun 1974  mengatakan pernikahan itu sah jika sesuai dengan hukum agama masing-masing. Jadi mana yang mau di dengar? 

ITULAH SUSAHNYA JIKA MENCAMPURKAN ADUKKAN ANTARA NEGARA DENGAN AGAMA. 

Cek Artikel Saya Yang Lain

Mitos-Mitos Toraja Tentang Hujan Dan Penjelasannya Secara Ilmiah

Tokoh Tokoh Terkenal Indonesia Berdarah Toraja

Pembunuhan-pembunuhan sadis yang pernah terjadi di Toraja

Perbedaan adu Kerbau Toraja dan Vietnam

Kata-kata Bahasa Toraja Yang Tidak Bisa di Bahasa Indonesiakan



Hahaha, Pendapat-Pendapat Lucu Orang Luar Tentang Toraja


   
     Sudah tidak di ragukan lagi, jika daerah yang kita cintai, yaitu Toraja  merupakan tujuan wisata yang cuku favorit. Banyak orang dari luar Toraja, baik dari dalam maupun luar negeri yang datang berbondong-bondong untuk melihat keunikan yang daerah kita tawarkan. Beberapa di antara mereka yang datang merupakan blogger dan kemudian menuangkan pengalaman-pengalaman yang mereka dapatkan di Toraja pada blog mereka saat kembali ke tempatnya.
Dan entah merupakan sebuah kesengajaan atau hanya karena faktor ketidaktahuan, beberapa di antara mereka menulis dengan salah baik itu penyebutan tempat-tempat di Toraja, maupun pendapat asal-asalan mereka tentang budaya Toraja. 

    Berikut merupakan beberapa pendapat mereka tersebut, yang oleh kita orang Toraja pasti di anggap lucu.




Patung Tedong Bonga di Rantepao di kira Patung Sapi Berwarna Merah Jambu. Hahaha


        Blogger, yang mempunyai blog bernama "Enjoy Indonesia" ini, dalam tulisannya tentang "Berkunjung ke Ke'te Kesu Toraja", keliru. Dia mengira jika patung kerbau belang yang ada di Rantepao adalah patung sapi yang berwarna merah jambu. Hahaha, dia tidak tahu saja kalo Toraja tidak seperti daerah lain, di mana sapi lebih populer dari pada kerbau.
Ini gambar screen capture tulisan yang agak keliru itu :)


Palawa' di bilang Pallawa (memangnya huruf ?)

            Entah mungkin salah dengar, atau bagaimana, blogger yang blognya cukup populer membahas tentang tempat-tempat wisata di Indonesia ini, salah menulis Palawa' (ingat ada tanda ' ) menjadi Pallawa (beda bangat kan??), yang kalo dalam sejarah, merupakan huruf kuno yang di gunakan untuk menulis beberapa kitab-kitab terkenal (misalnya kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular). Kita sebagai orang Toraja yang baik sih maklum saja, karena di Toraja, memang banyak nama tempat yang agak aneh di ucapkan apalagi untuk orang pendatang, misalnya Sa'dan, La'bo', Sanggalla', Pangala' dan La'-La' yang lainnya.




Tertawa karena uniknya nama-nama kerbau petarung

          Di posting yang lain, dia membahas tentang ma'pasilaga tedong dan menyoroti tentang lucunya penamaan-penamaan kerbau petarung ;) Dan memang, penamaan krebau petarung di Toraja memang lucu dan kadang-kadang malah keterlaluan. Selain itu di posting ini dia masih saja keliru saleko di tulis "salepo" dan tedong lotong boko' jadi "lotong boke" . cek di gambar berikut.

      
Takut di beri makanan yang mengandung babi( yah nggaklah, orang Toraja kan Baik, sopan, toleran dan lain-lain)

         Tulisan kali ini, adalah tulisan seorang mahasiswa asal Makassar yang mengadakan study tour atau mungkin penelitian di beberapa tempat wisata di Toraja. Di postingannya, dia menulis jika dia dan teman-temannya agak takut makan di Toraja. Karena khawatir mereka akan di beri makanan yang tidak halal alias haram alias makanan yang mengandung daging bagi dan turunan-turunannya. Tapi alhamdulillah wasykurillah, karena dosen pembimbing mereka yang bijak, menjelaskan kalo orang Toraja itu toleran dan gak bakalan begitu. ( hehehe jadi besar kepala)




Hahaha, Merasa ke Toraja Kayak pergi ziarah kubur

       Memang tidak bisa di sangkal bahwa di Toraja kebanyakan objek wisata memang tak jauh-jauh dari kuburan, apalagi yang ada di list sahabat kita yang satu ini


       Padahal selain tempat-tempat yang ada di list itu , masih ada objek wisata lain di Toraja yang tidak berhubungan dengan kuburan, agar kesannya tidak kayak wisata ziarah kubur. Misalnya Batutumonga, Kalimbuang Bori, atau sekedar mengunjungi pasar Bolu buat beli Babi atau Kerbau.


Pantollo Pamarasan is the most delicious food in the world

        Lidah blogger satu ini, tidak bohong, karena pantollo' pamarrasan memang woke.

Memungut Sampah, di Kete'Kesu gara-gara orang-orang buang sampah sembarang

        Kali ini bukan dari blogger, tapi dari sebuah Program Televisi terkenal di Indonesia, yaitu " My Trip My Adventure". Saat meliput keindahan wisata Ke'te Kesu, pembawa acara dan para kru sedih dengan kelakuan orang-orang yang datang berkunjung ke Ke'te Kesu, karena mereka membuang sampah dengan sembarangan. Sayang bangat yah, kita sudah di beri aset warisan budaya tapi malah di kotori oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Lain kali ke mana pun, harus jaga kebersihan yah!


    Itulah beberapa pandangan orang luar tentang Toraja. Sebenarnya, apapun pandangan mereka tentang daerah kita, itu semua karena karena faktor kekurangtahuan mereka. Jadi selama tidak merendahkan ataupun menyinggung, maka kita pastinya sebagi orang yang baik harus maklum  Terima kasih sudah membaca.

Baca artikel yang lain

Pembunuhan-pembunuhan sadis yang pernah terjadi di Toraja

Perbedaan adu Kerbau Toraja dan Vietnam

Kata-kata Bahasa Toraja Yang Tidak Bisa di Bahasa Indonesiakan




Pembunuhan-Pembunuhan Sadis Yang Pernah Terjadi di Toraja

Ilustrasi Pembunuhan
Ilustrasi Pembunuhan


      Pembunuhan merupakan sebuah perbuatan jahat untuk menghilangkan nyawa orang lain. Ada berbagai macam alasan mengapa seseorang melakukan pembunuhan, antara lain dendam, kecemburuan, alasan politik, alasan ekonomi, alasan asmara dan berbagai alasan lainnya. Dalam berbagai kasus pembunuhan yang pernah terjadi, ada beberapa yang di sertai dengan kesadisan-kesadisan, seperti mutilasi, pembunuhan di sertai pemerkosaan, dan lain-lain. Dalam postingan ini, saya akan memberikan informasi tentang beberapa kasus pembunuhan sadis yang pernah terjadi di Toraja, atau melibatkan orang Toraja.

Pembunuhan Satu Keluarga di Mengkendek, Tana Toraja (Desember 2005)

       Kasus yang di dasari dendam karena perebutan hrta warisan ini terjadi di Mengkendek pada tanggal 23-24 Desember 2005. Dalam kasus tersebut tiga orang dari satu keluarga menjadi korban, yaitu Andarias Pandin, istrinya Martina La'biran, dan anak mereka yang baru berumur 8 tahun saat itu, yang bernama Israel. Para korban tersebut di bunuh secara sadis, bahkan sang istri, yaitu Marthina La'biran di perkosa secara bergilir lebih dahulu sebelum di habisi.
Kasus ini menjadi sorotan media-media di tanah air, terutama karena di anggap dalam kasus ini telah terjadi kasus salah tangkap yang di lakukan oleh Polisi. Saking tersorotnya, kasus ini pernah di bahas di program televisi terkenal yaitu Indonesia Lawyer Club (ILC).

Kasus Pembunuhan Pendeta dan Istrinya (Lembang Kapala Pitu, Toraja Utara)

         Kasus pembunuhan pendeta dan istrinya yang terjadi di kecamatan Kapala Pitu, Toraja Utara ini, di lakukan saat selesai ibadah, pada hari minggu tanggal 21 Juni  2015. Korban yang merupakan pendeta  Gereja Segala Bangsa dan istrinya di bunuh dengan cara di tikam menggunakan senjata tajam berupa badik.  Pelaku yang di duga mengidap kelainan jiwa, merupakan anak kandung mereka sendiri, yang juga bekerja di Gereja tersebut sebagai  pemain keyboard.

Pembunuhan Wanita dari Toraja dan kedua anaknya ( Bintuni, Papua)

         Pembunuhan sadis yang di duga melibatkan oknum TNI yang bertugas di PT. Migas LNG Tangguh Bintuni ini, terjadi ada tanggal 25 Agustus 2015, di rumah korban di distrik Sibena, Bintuni. Dalam kasus ini, korban yaitu Frelly Dian Sari yang berasal dari Toraja, dan sedang mengandung di bunuh dengan cara menusukkan benda tajam ke alat vitalnya dan merobeknya sampai ke pusar. Sedangkan kedua anaknya, yaitu Cicilia dan Andika masing-masing di tebas di kepalanya dan di tusuk menggunakan senjata tajam. Karena melibatkan anak sebagai korban, maka Ketua Komnas Perlindungan Anak, yaitu Agus Merdeka Sirait pun ikut mengawal kasus ini. Kasus ini sementara di sidangkan di Pengadilan Militer Jayapura, Papua.

       Demikian ketiga kasus pembunuhan yang pernah terjadi di Toraja, atau melibatkan orang Toraja. Jika masih ada kasus lain yang kalian ketahui, tuliskan dalam kolom komentar berikut. 
     
      " Murka sesaat menyulut pembunuhan, nyawa begitu mudah hilang disertai penyesalan. Pembunuhan menjadi pertunjukan, agresi murka disiapkan menjadi histeria." Najwa Shihab, Jurnalis Metro Tv.



KURRE